powered by ★bintangkwecil
Tampilkan postingan dengan label LIFE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIFE. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 November 2012

SECARIK PERMINTAAN UNTUK TUHAN


Ijinkan aku bahagia Tuhan,
Meskipun beban semakin berat untuk ditanggung

Ijinkan aku bahagia Tuhan,
Meskipun aku bukan mereka dengan segala keberuntungannya

Ijinkan aku bahagia Tuhan,
Meskipun kesempatan yang ada padaku tidak banyak

Ijinkan aku bahagia Tuhan,
Meskipun jatah kebahagiaanku hanya seadanya
Tapi ijinkan aku bahagia,

Ijinkan aku untuk tetap berharap
Meskipun jalan di depan sana tidak lagi penuh warna

Ijinkan aku untuk tetap berharap
Meskipun tidak ada sejengkal tanah pun layak untuk aku pijak

Ijinkan aku untuk tetap berharap
Meskipun harapan itu sudah tidak ada
Tapi ijinkan aku untuk berharap agar aku memiliki kekuatan untuk bertahan

Tuhan, ijinkan aku berharap agar kebahagiaan itu ada
Agar dengan kebahagiaanku aku bisa membahagiakan mereka
Agar aku tidak sekedar nama
Lalu tiada

~`aR~

Jumat, 16 November 2012

MOVE

Hidup berjalan saat kamu sibuk mengerjakan hal lainnya. Tapi di Jakarta, hidup tetap berjalan meskipun kamu mengkristalkan diri di suatu tempat.

Ada masanya orang itu merasa butuh orang lain. Bisa jadi keluarga, sahabat, teman, atau orang siapa pun itu. Kebutuhan sebagai makhluk sosial akan muncul secara alami, even sudah memaksakan diri bilang: I’M STRONG AND I CAN DO ALL BY MY SELF sambil teriak – teriak di atas gunung.

Sekuat – kuatnya manusia pasti ada sisi lemah. Dan ketika itu terjadi, yang dia butuhkan adalah ‘sahabat’. Tidak peduli orang itu bisa mengerti atau tidak. Keberadaan yang nyata dari sahabat ini membangun semacam spirit dan energi.

Tanpa disadari, di luar sana ada orang – orang yang menganggap kita ini sumber energinya. Betapa mereka membutuhkan keberadaan kita. Pada prakteknya, ‘selfish’, mengerti tapi tidak peduli, peduli tapi tidak mengerti, menjadi tembok penghalang. Aku butuh kamu, kamu butuh aku itu bukan hal random dan terjadi secara acak. Jika aku butuh kamu atau kamu butuh aku, pasti ada keterkaitan antara kamu dan aku. Rumus ini adalah rumus alam yang bisa bermuara menjadi hukum sebab akibat atau karma. Sinergi kamu dan aku sudah bukan barang baru.

Kekuatan dari keberadaan ‘sahabat’ begitu besar. Jika orang tidak memiliki ‘energi’ ini maka tidak ada yang dapat dilakukan dengan hati. Semua berjalan seperti alur yang saklek. Tidak ada eksplorasi, improvisasi, atau pun regenerasi.

Kita tidak bisa memaksakan bahwa seseorang harus memberi energi pada kita. Kita tidak bisa mengharuskan seseorang sebagai penguat kita. Kita hanya bisa berharap bahwa ‘sahabat’ itu ada.

Namun, jika ‘sahabat’ itu tidak ada, bukan berarti kita harus stag dalam satu kondisi. Hidup itu terus bergulir dan mereka yang bergerak adalah orang yang hidup.

So, let’s move and living.

~`aR~

Sabtu, 21 Mei 2011

FOR WINDY

Wedding.
Saya akan bercerita tentang seorang teman yang bukan teman. Hahaha. Dia seorang teman tapi kami jarang bertemu. Lucunya, saya pernah memasukkannya dalam list ‘teman’. 

Jangan bertanya bagaimana pertemuan saya dengannya. Itu sudah terjadi entah kapan dan di dunia mana. Hahaha. Namanya Windy. Umur berapa, suku apa, dan tetek bengek lainnya saya benar – benar tidak tahu. Saya hanya tahu namanya Windy. Perempuan yang excited dengan rencana pernikahannya. Suaranya yang penuh semangat dan kadang jika mengingatnya, itu menjadikan semangat juga bagi saya. Wajahnya klasik chinesse. Alumni PTS di Yogyakarta.

Saya ingin bercerita tentang dia karena ini adalah hari spesialnya :

HER WEDDING.

Biasanya saya akan sangat antusias dengan hal – hal semacam itu. Mungkin saya ini termasuk weddingholic. Hahaha entahlah, kelainan apalagi yang ada di dalam diri saya. Begitu juga ketika saya akhirnya mendapatkan undangan weddingnya. Sebulan yang lalu dia pernah menyampaikan hal ini, tentang rencana pernikahannya. Ah, tetap saja saya surprise menerima undangan itu. Ada kehangatan yang masuk di antara rongga – rongga paru – paru. 

Lama saya memandangi undangan itu di layar komputer saya (karena invitation itu melalui e-mail). Saya mengabaikan pekerjaan – pekerjaan yang ada. Mengeja setiap huruf di dalamnya. Ah, Windy, finally. Rasanya tidak cukup jika hanya 5 menit atau 10 menit tersenyum. Kebahagiaan dan keharuan itu juga milik saya. 

Today,

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Her time. 

Saya masih duduk di lantai kamar, mengenangnya. Mengingat ceritanya yang selalu diselipi tawa. Perlengkapan honeymoon yang dibelinya beberapa waktu lalu. Hahaha. Saat itu saya ingin duduk di sebelahnya dan mendengarkan semua ceritanya. I wish I could Wind. 

Tidak terasa 20 menit sudah berlalu.

Pikiran saya melayang jauh, ke sana, tempat digelarnya acara. Sebuah gedung di daerah Mangga Besar. 

Wind, pasti hari ini kamu cantik banget dan merasakan kebahagiaan yang mungkin belum pernah kamu rasakan sebelumnya. Bersamanya, ‘masmu’ (demikian dia selalu mengistilahkan untuk pasangannya), menjalani fase berikutnya. Bagaimana rasanya Wind, memasuki ruangan dimana orang – orang menantikan kehadiranmu? Bagaimana rasanya Wind, tersenyum terus menerus walaupun mungkin urat – urat bibirmu pegal? Bagaimana rasanya Wind, menjadi ratu dalam semalam? Sungguh saya  yakin kamu bukan Cinderella yang besok pagi akan menjadi upik abu. 

Saya menghela nafas panjang. Memandangi keset Hello Kitty yang saya beli dari Bangkok beberapa bulan yang lalu. Adakah nasibnya lebih baik selain menjadi keset? Aih, ini hanya intermezo Wind.

Wind,
Happy Wedding,

Semoga apa yang dipersatukan oleh Tuhan benar – benar tidak dapat diceraikan oleh manusia. Semoga kamu pun bisa beranak cucu dan memenuhi bumi, sesuai perintah-NYA. 

Jalani kehidupanmu yang baru dengan nafas – nafas Injil dan indahnya firman- firmanNYA.

Sanggup menjadi istri yang luar biasa bagi suamimu meskipun dalam kehidupan yang biasa. Perkokoh dia dengan cintamu dan bisiki dia dengan cintaNYA. Dan selalu katakan padanya :

I’m the little and you’re the big one. 

Jika dia mengatakan ini padamu :

I Love You

Maka jawablah :

I Love You More.

Bukankah menyenangkan jika kita pihak yang dicintai, tapi itu hal yang biasa. Tetapi kadang menyakitkan apabila kita yang mencintai, tapi itu hal yang luar biasa, dan tidak semua orang sanggup melakukan itu. Mencintailah sampai terluka, meneladani cinta Yesus yang tidak ada habisnya.

May God Bless You

~`aR`~

Rabu, 04 Mei 2011

TULANG RUSUK (1)


Hari ini saya akan berbicara mengenai tulang rusuk. 

What do you think?

Silahkan kalian menceburkan diri ke dalam laut jika menganggap saya telah menemukannya.
Bukan itu. Lebih ke pemahaman diri mengenai itu.

Video pernikahan Choky Sitohang dan istrinya Melisa serta buku Habibie menginspirasi saya tentang satu hal : HAPPY ENDING dalam dongeng masih mungkin terjadi.  Hal yang saya harapkan dari kecil. Dan saat ini siapa lelaki yang saya cintai, saya akan menjawab : AYAH. Begitu ingin saya menikahi beliau, sosok familyman yang saya idamkan. But, It’s imposible. Never mind.

Pemikiran saya tentang tulang rusuk mungkin berbeda dengan kebanyakan orang. Masing  - masing orang diciptakan berpasangan. Saya tahu itu. Jodoh ada di tangan Tuhan. Saya pun tahu itu. Akan tetapi saya ini tipe pejuang, dengan semangat 2011 akan berjuang mendapatkan tulang rusuk itu atau mengambil jodoh itu di tangan Tuhan. Come on, jika kita hanya diam saja selamanya jodoh itu akan tetap di tangan Tuhan kan? Tuhan tidak mungkin memberikan tulang rusuk kita serta merta dari langit. Aih, saya tidak percaya hal itu. Kalau pun itu terjadi mungkin saat ini saya akan menentukan spot yang bagus untuk mendarat. Yah, jika Tuhan mengirimkan saya untuk sang tulang rusuk, saya pasti akan dijatuhkan di langit. Dan tidak lucu jika saya salah mendarat, di atas tahi kebo misalnya. Saya juga akan pergi ke salon terlebih dahulu, creambath dengan produk Kerastase, make up dari The Body Shop, gaun dari Prada, tas Hermes, sepatu Jimmy Chocho, emas dari Dubai, dan berlian dari Gassan Amsterdam. Tidak lupa saya akan meminta Darwis Triadi untuk mengambil foto saya, lumayan jika saya lagi konyol bisa mencontek gaya anak narsis dengan pose kembungin pipi sok chubby, atau pegang pipi. Ahhh saya malah pengen hachi membayangkannya. 

Heiiiiiii.....
Itu tidak terjadi di jaman sekarang. Kita bahkan tidak tahu dalam rupa apa kita nanti bertemu tulang rusuk. Tempat pertemuan pun kita tidak bisa memilih. Bisa jadi pas kita lagi bangun tidur ada orang ketuk – ketuk pintu pagi – pagi, begitu di buka...sssshhhh....tukang galon. Dan dialah jodoh kita. Atau kita lagi naek bis, kecopetan,eh ternyata si pencopet itulah jodoh kita. Who knows? Masalah waktu pun kita tidak tahu. Entah di umur 17tahun, 21, 23, 25, 27, 30, 33, 35, 37...sekali lagi : Who knows?

Kemisterian tulang rusuk itulah yang membuat saya berhati – hati dalam menjalin hubungan. But, I’m just a human. Selalu saya tegaskan I AM JUST A HU-MAN. Saya tidak luput dari kesalahan. Silakan mendakwa saya. Toh, bukan kalian yang menentukan dengan siapa saya akan ‘hidup’ nanti. Keputusan itu...kalian tahu?

Coba ada dimana?

Ayo tebak !

On my hand....tentu saja dengan approval dari itu tuh...si DIA.

Saya tidak sedang mencari tulang rusuk. Saya hanya tidak sabar hidup settle. Sebenarnya saya jenuh dengan kehidupan yang sekarang. Tidak mempunyai tujuan. Rasanya ingin segera melewati fase ini. I’m stupid girl, so, coret saja beberapa kalimat di atas.

Sekali lagi ini hanya ocehan saya. Saya tidak sedang mabuk. Oww..tentu saja tidak. Haram bagi saya untuk memabukkan diri. Saya hanya..emmm...hanya...yaaahhh..sedikit frustasi. Because what?
Ah, kalian ini want to know aja.

See ya....you know you love me. XO XO...-stupidgirl-

~`aR~


Senin, 08 November 2010

IGNORANCE


Episode kali ini adalah tentang titik terendah dalam hidup.
Seringai matahari kali ini benar – benar mengkerutkan nyali kulitku. Kulit yang sudah lama tidak pernah aku perhatikan, terlantar seperti rambutku. Mereka berdua memang layaknya kambing congek yang tidak pernah aku beri rumput dan air. Langit memang berkuasa, bahkan mengangkat muka pun aku tidak sanggup. Oke, aku menyerah. Aku duduk di bawah pohon. Akasiana ini cukup layak menjadi pahlawan. Thank’s a lot bro.
Apa yang hendak aku ceritakan? Hmmm, I’m not sure. Lagu paramore dengan ignorancenya seperti menghentak di otakku.  Ignorance? I remember about my ignorance.  Ignorance dalam menghadapi hidup setahun ini.
Merasakan penolakan di berbagai aspek, mengingat kesalahan satu demi satu, dan keterpurukan ini terjadi. Ini aku sebut dengan titik beku. Beberapa mimpi yang sudah ada di tangan lepas lagi. Aku tidak bisa menjaga semua kado dari Tuhan. Keajaiban – keajaiban yang dulu sempat nyata tidak tahu lagi dimana keberadaannya sekarang. It’s my fault.
Lembaran kertas yang semrawut di meja kerjaku, aku tinggalkan begitu saja. Sakit duduk di sana, seperti dikerumuni nyamuk beribu jumlahnya. VAIO, si mungil putih ini pun seperti enggan menjadi aksesku dengan dunia. VVIP Room, tempat peraduanku, mungkin jengah dengan jatuhnya zat cair yang seharian aku tahan agar tetap stay menggantung di pelupuk mata.
Aku memejamkan mata dan berusaha menembus beberapa alam menuju tempat rahasiaku. Dreamland. Padang rumput itu, tidak ada. Aku menunggu angin datang dan membantai rambutku. Dia tidak pernah datang lagi. Ini tempatku bukan? Bahkan aku merasa asing dengan tempat yang aku  bangun sendiri? Tepatlah kalau begitu, It’s no space for me.
Aku membuka mata dan mendapati lahan kosong yang begitu luas. Karya, usaha dan doa yang harus aku gubah di sana. Jalanan ini pun kosong, no body here. Sementara aku membutuhkan orang untuk menamparku kemudian mengusap zat cair ini. Menuntun ke arah lahan itu. I’m still waiting because I don’t have any power. Please come to me. Ease my pain.


~`aR~

Kamis, 12 Maret 2009

PASSPORT


Finally, dipanggil juga ke kantoR ImigRasi. Masih belum sembuh banget, tapi betteR-lah. kemaRen udah dibela – belain tiduR cepat biaR mata ga bengkak....Hehew...PeRjalanan ke KantoR ImigRasi JakaRta TimuR tidak teRLalu lancaR. MeneRobos ujan. MampiR ke SudiRman untuk uRusan visa gRoup.
Jauh juga Jakpus – Jaktim. cRowded juga. Sesi foto ga beRasa, sesi wawancaRa ga kalah kilatnya. Coba ada teRobosan baRu, foto paspOR kaya foto studio dengan expResi bebas, bukannya foRmal kaya oRang bikin SIM.

Sedihnya lagi, ga bisa dapat paspoR seRi “R”.

Banyak yang mempeRtanyakan kenapa haRus R? Alibiku, sesuai logo peRusahaan dimana aku bekeRja sekaRang (alibi palsu). Dan efek sampingnya, Rekan – Rekan sejawat jadi mengambil kesimpulan aku gila kaRena begitu cintanya aku teRhadap peRusahaan. Yeah... I Loph my job. I loph my office. Walaupun ga dapat seRi R, paling ga dapat nomeR yag lumayan oke....Hihihihi....

`aR~

Kamis, 01 Maret 2007

HALANGAN NULIS

TeRnyata nge-blog itu ga gampang. Udah 2 minggu absen. Ada bebeRapa halangan nulis :

  1. Waktu
  2. Tenaga
  3. Niat

Susah nyatuin ketiganya, I'm sick again.

Huh, sick oR home sick?!

~`aR~