Aku sudah cukup belajar mengenai hari, selama beberapa waktu. Belajar untuk menganggap setiap hari adalah hari yang biasa. Ini pelajaran yang aku dapat. Tidak perlu berharap adanya hari yang penting. Begitu juga untuk hari ini.
20 January
When I become 24. There’s nothing special day.
I just want to say thank’s God. Aku bisa menembus angka 24, dan mendapat banyak pelajaran yang berharga, sangat berharga. Menjadikan kuat dan lebih jeli dalam menghadapi setiap hal.
And now,
There isn’tspecial note, between 2 and 4 there is nothing, only air-tight space. There is aplace to breathe.
How special the day for you? Maybe it will be your bored day or lucky day. But it’s special day for my Mom.
Tahun ini rasanya enggan membicarakan umurnya. Aku juga sudah tidak peduli, tahun ini memasuki angka berapa. Hanya saja yang tidak bisa aku pungkiri adalah kerutan2 yang semakin nampak di wajahnya. Hal yang membuatnya gusar seperti wanita sebayanya. Juga daya tangkapnya yang semakin berkurang, seringkali membuat aku geleng – geleng kepala. Kemampuan fisiknya yang melemah, rambut yang mulai memutih. However, she’s my Mom.
Masih seperti tahun – tahun sebelumnya, aku selalu kebingungan akan memberikan apa di hari ulangtahunnya ini. Aku ingin menghapus sesuatu yang buruk 14 tahun lalu, kado terburuk di mataku yang pernah dia terima. Oh My God....!!!
Today, mungkin tidak ada hal berharga yang bisa aku berikan, malah mungkin aku sudah terlalu banyak mengecewakannya. But, I promise, I’ll make you proud of me Mom and I’ll make you the happiest mother in the world.
Happy B’day Mom,
May God give you strength to accompany your son and daughter.
I always make a wish eveRy day. I neveR waiting my biRthday to make a wish. It’s stupid. EveRyone should have “ a wish” in theiR life. FoR what??? To make theiR life meaningfull, to keep theiR spiRit and to be a human.
Rotasi kehidupan teRus beRjalan. Saat ini mungkin beRada di titik 23. Titik ini aku sebut titik lenyap. Mengapa?Di titik 23 inilah segala sesuatunya menjadi beRbeda. Banyak hal yang lenyap. Titik ini tidak beRada pada tempatnya. Melenceng jauh dan hampiR lenyap.
AtRibut : independent, peRfectionis dan kemuRnian, menjadi sekedaR sejaRah di titik lenyap. Out of contRol. The daRkness like a devil stay in my body, be a huRRicane that destRoyed all of my faith.
“WheRe is the Angel?”
-silent-
I’m tired
“So, do you feel at the end of youR tetheR until you decided to stop youR step in heRe?”
I don’t know. I Really don’t know befoRe that this way as much as my life is woRth. If I know it, I’ll choose anotheR way.
Inilah titik 23 itu.
‘sweet point’ dengan segala keRusakannya. Jangan mencaRi kemuRnian dan khayangan di sini.
Inilah titik 23 itu.
Dunia kegelapan dengan kebusukkannya. Titik kRiminal di sepanjang kilometeR 23.
Inilah titik 23 itu.
Titik dengan seRibu topeng di atas panggung sandiwaRa yang memeRankan teateR kehidupan.
Inilah titik 23 itu.
Titik tanpa lilin, biRthday cake oR biRthday song, also without pRay in the middle of the night.
Planning haRi ini emang vacation ke Bandung. CaRi-caRi shock teRaphy coz sabtu udah nonton baReng tapi belom oke juga kondisi kejiwaanku (hihihihihi). Ini peRtama kalinya ke Bandung sendiRian dan dengan lugunya caRi tiket ke Stasiun Kota. Salah banget. Ga ada keReta bisnis / eksekutif, Cuma ekonomi. Kesalahan ini menjadi opening pengalaman yang teRLupakan teRjadi (pengalaman konyol tepatnya).
Singkat kata, ada oRang yang baiiikkk bgt nawaRin nganteR ke GambiR, dibeliin tiket ke GambiR pula. Dan kesialan itu teRjadi. Mulai daRi dapat keReta yang GA BGT, dituRunin bebeRapa meteR sebelum stasiun. Huh... saking stResnya aku take a photo. Monas. Lumayan juga. Mulai daRi titik itu sampai pintu keReta PaRahayangan, dengan tiket yang susah payah aku dapatkan bebeRapa menit sebelum keReta beRangkat, penuh dengan kalimat-kalimat yang susah diceRna. Kalimat yang keluaR daRi mulut oRang asing itu.
Saat – saat sepeRti ini, ada untungnya punya sifat cuek dan ‘galak’. Aku bisa membiaRkan oRang itu beRkata semaunya tanpa peRLu dimasukkan ke dalam hati. Selain itu, aku juga bisa bilang dengan tegas (pada akhiRnya) : TIDAK ! TIDAK ! TIDAK !!!
Do you believe love at the fiRst sight?
Mungkin ada, tapi kalau dilamaR pas peRtama kali ketemu? It’s veRy cRazy !
Apes...apes...apes...(bukan sepeRti ini yang aku impikan...Huh... I pRefeR jomblo aja deh, I think It’s betteR).
Bandung menyambut dengan hujan. Pedagang – pedagang di lapangan Gazibu kocaR kaciR dibuatnya. Genangan aiR benaR – benaR menghambat. Menggigil di depan gedung pos, teRus beRlanjuT sampe CikutRa. Huh ! Saat – saat sepeRti ini aku jadi kangen dengan kamaR kosku. kamaR yang selalu hangat menyambut kedatanganku. Hikz..!!!!
The last,
“Little wish on my little sisteR b’dHe;
Be a smaRt, stRong, and helpfull giRL. Wish U all the best my little giRL. Miss U. “