powered by ★bintangkwecil
Tampilkan postingan dengan label BODY MIND SOUL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BODY MIND SOUL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2012

SPIRITUALITAS KEHIDUPAN

Beberapa hal yang ditakuti manusia adalah menjadi tua, sakit dan maut (Anonim).

Salah satu momok dalam hidup adalah menyerah sebelum kalah (Archi -  2012).

Menjadi tua, sakit ataupun maut sesungguhnya bukan suatu hal yang perlu ditakuti. Ketiganya adalah kepastian yang tidak bisa dihindari. Bukankah saat ini kita hidup di dunia?

Hanya saja untuk menghadapi hal yang pasti tersebut, banyak di antara kita yang tidak siap, selalu tidak siap, bahkan tidak akan pernah siap. Orientasi manusia pada kenikmatan, kenyamanan, dan kekekalan yang sifatnya menyenangkan ternyata bisa menjadi penyebab tumbangnya iman. How come? Manusia lebih nyaman berada di comfort zone. Mayoritas dari kita mencari kehidupan yang tenang dan damai, bahkan kalau perlu tidak ada konflik. Kita menjadi terobsesi dengan surga. Gambaran surga yang serba indah tentu menggiurkan. Kehidupan yang bertahun – tahun di dunia menjadi begitu membosankan. Kalau saja untuk masuk surga ada program akselerasi, mungkin korupsi terbesar bukan di meja wakil rakyat. Banyak di antara kita (mungkin) menjadi tidak sabar ingin dimutasi ke surga. Menghalalkan berbagai cara untuk bisa mendapat “green card”. Bagian penerimaan anggota surga mungkin sampai kewalahan dengan sogokan dari manusia ya.

Back to reality, untuk mendapat surga faktanya tidak semudah itu. Kita harus menyelesaikan pertandingan di dunia terlebih dahulu. Pemenangnya bisa mendapat “green card”.

Kita tetap harus menghadapi kenyataan untuk menjadi tua, merasakan sakit dan menerima jika maut datang.
Saat ini bahasan lebih rinci bukan tentang tua dan maut, tapi tentang sakit.

Permenungan saya beberapa jam ini membuahkan pemikiran bahwa kita kadang memang HARUS sakit. Ya, harus sakit. Bisa jadi Tuhan memakai “sakit” untuk mendelegasikan satu tugas khusus atau itu cara DIA berbicara dengan kita. Nah, selanjutnya, kita sendiri yang harus menerjemahkan “clue” tersebut.

Sedikit cerita, saya dulu pernah “bersedia” jika Tuhan mau memakai saya untuk “tugas khusus”. Saya mau jadi alat Tuhan, setidaknya itu better daripada menuruti kehendak keduniawian yang membuat capek. Saat itu, rasanya saya kuat untuk menanggung.

Sekarang, setelah flashback setahun ke belakang, saya gentar juga dengan “kesanggupan” waktu itu. Bagaimana jika kondisi tubuh yang semakin menurun ini adalah “jawaban”? Bagaimana jika tubuh saya dipakaiNYA untuk menyatakan kuasaNYA? Berbagai pikiran buruk berkelebatan tidak tentu arah. Mengikis iman yang sedang saya bangun perlahan – lahan.

Ada perlawanan di dalam batin, mengapa Tuhan lakukan ini ketika saya sudah menemukan “tujuan” hidup? Mengapa Tuhan berikan ini ketika saya sedang “berbenah”? Ada jawaban dari pertanyaan tersebut : rencanaNYA tidak pernah gagal.

Kita hanya mampu melihat sebagian kecil dari hidup, sedangkan Tuhan yang membuat rancangan hidup secara keseluruhan. DIA tahu yang terbaik untuk setiap pribadi.

So, yuk tingkatkan spiritualitas kehidupan kita. Psssttt...jangan mau kalah. GBUs 

~`aR~

Jumat, 27 Juli 2012

The Art of Caring

Kamu saudaraku,
berbeda Bapak
berbeda ibu
tapi kita pernah satu
(dan mungkinkah cuma karena suku?)

Amarah, dendam dan kebencian
Pernah berkecamuk membuatku remuk
Kamu musuhku...kamu musuhku...
tapi DIA berkata :
dia saudaramu

Aku tidak suka perangaimu
Aku tidak suka kawananmu
Aku tidak suka duniamu
Aku tidak suka perempuanmu
Aku tidak suka kamu saudaraku

tapi DIA berkata :
dia saudaramu

Dan untuk itu
Aku tidak lagi menyebutmu musuh
Aku tidak lagi bilang tidak suka

Aku mengasihimu
karena DIA terlebih dulu mengasihiku
karena DIA-lah
kamu sau-da-ra-ku


~aR~

Minggu, 15 April 2012

AIR PUTIH

Air putih itu sederhana
Dia tidak butuh warna untuk menjadikannya kaya
Dia tidak butuh pengakuan untuk membuatnya ada

Air putih itu tidak putih tapi jernih
Menjadikan kekeruhan itu memudar

Air putih itu tidak peduli dengan wadah
Baginya semua sama

Air putih itu...
Kesederhanaan dan kejernihan yang pernah aku kenal

PS : Untuk sahabat yang pernah "ada"


~`aR~

Senin, 18 April 2011

FAILED


What’s up???

Here I am now. As the real upik abu.

How came?

I’m failed.

Image baru yang saya bangun selama 3 tahun lebih hancur sudah. Sekarang ini saya mungkin berperan sebagai nenek sihir (cara baca menurut saya : ‘nenekcihil’). Saya ditolak. Apa yang saya lakukan even itu perbuatan baik, terlihat begitu hina di mata mereka. Sakit hati? Tentu saja. Akan tetapi perasaan kecewa dan sedih itu lebih besar. Sama sekali saya tidak terbersit niatan untuk membalas walaupun saya bisa.
Ini menjadi permenungan saya. 

Saat ini, saya tidak tahu bagaimana cara untuk bangkit atau menghadapi ini semua. Seperti mimpi buruk yang sering saya dapatkan setiap malam. Rasanya benar – benar menyiksa. Setiap saya hendak berbicara, suara saya seperti tercekik. Sepanjang hari saya bertahan untuk mengeluarkan suara seminimal mungkin. Sedih sekali. Cepat atau lambat mereka pasti akan merasakan keanehan dalam diri saya. 

Rasa ingin tidur semakin kuat setiap harinya. Ya, inilah saya setiap kali ada masalah. Hanya ingin tidur. Memang bukan solusi yang baik. Terkesan saya menghindari masalah. Saya hanya tidak tahu harus bagaimana. 

Saya melarutkan diri dalam pekerjaan. Dan saya merasa ngeri dengan diri saya sendiri. Tidak ada yang tahu jika alergi yang saya miliki, juga akan kambuh ketika saya stres. Saya selalu memejamkan mata dan menelan tangis saya ketika rasa sakit di tangan dan kaki melebar. Ah, saya menyebut perubahan itu sebagai perwujudan dari monster. 

Cuaca akhir – akhir ini pun tidak mendukung. Hujan dan petir, hal yang dulu saya takutkan. Saya sering meringkuk di sudut kamar sendirian. Sekali waktu saya pernah meloncat ke tempat tidur dan menangis sambil menyambar HP, hanya karena suara petir yang begitu kencang. Ah, saya kembali ke bad habit yang dulu. Phobia hujan dan petir.

Ini membuat saya teringat kejadian yang lalu. Bagaimana ada satu orang yang mengetahui kejadian memalukan ini. Ah, sudahlah...It’s over....(ahhh mewek lagi).

Fine.
Saya tidak bisa menulis lagi. It’s time to sleep. Aaaaah, don’t wanna see tomorrow. Hmmm...God, stay with me please.


~`aR~

Rabu, 06 April 2011

SADARI DAN RENUNGI



Sudah lama saya tidak menulis di sini. Saya? Hahaha...tidak perlu mengernyitkan dahi,  hanya ingin sedikit formal dalam berbahasa. Tidak hanya seniman yang boleh berimprovisasi,  sebagai blogger amatiran juga boleh dong. Untuk tulisan kali ini saya ingin bernostalgia sedikit dan mungkin ini bisa menjadi bahan perenungan. Jadi saran saya, bagi Anda yang membaca tulisan ini, menyendirilah dan resapilah. Hahahaha...
Dulu kala, saya sering bermimpi menjadi seorang putri di sebuah kerajaan. Mengenakan gaun – gaun yang indah, selalu dapat makan buah - buah (khususnya apel, love it) ditemani dayang – dayang, berkuda dengan kuda jantan putih (mungkin namanya pegasus, biar bisa terbang ) sesekali saya duduk di ayunan di sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga – bunga (Lily, Eudelweis, Rose). Tidur dengan kamar yang nyaman dengan dekorasi yang anggun dan megah, dominasi warna putih dan emas. Hanya ada kebahagiaan di sana. Dan seperti dongeng – dongeng yang kita kenal, pada akhirnya bertemu dengan seorang pangeran yang luhur budinya, cerdas,  tampan dan dermawan. Selanjutnya? Hidup bahagia selama-lamanya. Begitu sempurna. Ya, begitu sempurna mimpi saya.
Entah karena pengaruh buku – buku dongeng yang saya baca, atau imaginasi yang terlalu berlebihan, mimpi itu sangat saya harapkan untuk menjadi kenyataan. Sekarang ini saya merasakan, dulu saya adalah benar – benar seorang putri. Putri di kerajaan keluarga saya. Begitu menyenangkan hidup saya. Sayangnya, tidak dapat menikmati itu semua dalam waktu yang lama. Hanya 9 tahun dan sesudahnya  menjadi sosok upik abu yang tidak pernah bisa menjadi cinderella. Begitu keras, liar dan tidak mau mengalah. Saat ini pun lebih mengerikan lagi, saya ini monster yang bersemayam dalam tubuh yang begitu mungil dengan 34,5 kilonya.
Komentar orang – orang yang mengatakan bahwa saya ini : mandiri, tegar, pintar, manis, kalem, tangguh, disiplin, ramah, apalagi? Sudah tidak bisa mengingat apa yang mereka katakan dulu karena sekarang saya sudah berbeda. Hanya ada keburukan yang ada di dalam diri. Ketika berkaca, jarang sekali memperhatikan mata. Saya takut. Hahahaha... takut dengan tatapan saya sendiri. Takut karena tahu di sana, di dalam tubuh itu, bukan lagi saya sebagai gadis kecil yang polos dan menggemaskan bagi orang – orang di sekeliling saya. Semengerikan apa ? Hahaha...I’ll keep my mouth. Ini bukan blog untuk pengakuan dosa. 
Perjalanan hidup yang berliku, keras, dipenuhi dengan masalah (mungkin masalah – masalah yang ada di film, novel, cerpen itu bermunculan dan menjadi nyata) menempa  untuk selalu waspada. Begitu kuatnya menjaga hati dan hidup, tentu saja dengan mendekat kepada-NYA. Anda tahu rasanya ketika saya luwes melantunkan kalimat – kalimat cinta untukNYA? Hidup  begitu damai. DIA selalu memberikan apa yang saya butuhkan, tepat waktu. Jika sekarang ini  flashback saat – saat tersulit itu, saya merinding dan terharu dengan pertolonganNYA. Betapa besar dan banyak mukjizat, berkat dan rahmatNYA yang saya dapat. Puncaknya, ketika bisa memasuki universitas yang dulu saya benci, tapi ternyata setelah hampir lulus, baru tahu dari kakek kalau itu adalah universitas yang ayah harapkan bisa saya masuki. Semua terjadi begitu saja, lulus tepat waktu dengan predikat cummlaude dan menjadi wisudawan termuda di fakultas. Maju ke depan podium dan tersenyum di sana, tanpa satu pun orang tua saya melihat. Berlanjut lagi kehidupan, DIA mengarahkan saya untuk bekerja di sebuah travel. Travel ziarah nasrani. Kehidupan rohani saya memuncak kala itu. Begitu rindunya saya dengan Gereja.Yah, karena di kota ini hanya di sanalah rasanya seperti di rumah sendiri. Wait, saya harus mengusap genangan di mata ini dulu agar bisa melanjutkan menulis. 

Saya masih ingat bagaimana mengisi hari selama 5 hari tanpa TV dan menggantikan waktu itu untuk menulis dan berdoa. Great !!! Jadi, merasa angkuh dengan iman saya. Saya ragu jika ditantang untuk melakukan hal itu lagi. Hahaha...TV rusak seminggu saya malah mengisi waktu dengan membaca majalah, memperhatikan fashion, tidur, atau bengong.  

Saya pernah hampir menjadi seorang putri. Nyaris saja. Saat itu  bertemu dengan orang yang begitu baik dan kepercayaan penuh saya berikan padanya. Dia memperlakukan saya nyaris seperti tuan puteri. Saya merasa satu-satunya. Dan saya angkuh dengan kondisi ini. Hahaha. Saya pun pernah merasakan, hmmm ‘neraka’? Buruk sekali. Life is like a rollercoaster. Yah, saya merasakannya saat itu. 
Sekarang ini, setelah semuanya, saya menyadari, apa yang terjadi saat ini adalah benih yang saya tanam dulu. Ini waktunya menuai. Saya pernah jatuh dan terpuruk sangat dalam. Jauh dari keluarga dan teman – teman. Saya marah, kecewa dan putus asa. Saya pun menjauh dari DIA (don’t try this at home :p). Ketidakberuntungan adalah imbas dari kesalahan dan keteledoran sebagai manusia. Saya kalah dalam pencobaan. Saya harus merasakan sedih, menangis, kecewa, dikhianati, dibohongi, ditinggalkan, diduakan, dicemooh, tidak dianggap, diacuhkan, dibenci, dikucilkan, dibodohi dan....tidak sanggup menyebutkan. Saya harus menerima jika berat badan menyusut kilo per kilo, bulan demi bulan. 34,5 kg saat ini. Ukh, saya muak dengan ocehan orang – orang yang terdengar menyudutkan dengan berat badan ini. Rasanya ingin teriak : SAYA BUTUH SUPPPORRRRTTT BUKAN DAKWAAAAANNNN !!!!
Begitu mengejutkan persoalan – persoalan ini sampai saya pernah merasakan satu titik dimana menengadahkan muka saja tidak mampu. Mata selalu tergenang. Ketika berjalan menuju/pulang kantor, saya ditantang untuk mencegah genangan itu mengalir. Tidak tahu bagaimana cara tersenyum. Tidak ada seorang pun yang tahu jika saya melakukan terapi senyum setiap hari. Rasanya sakit sekali. Bayangkan, untuk tersenyum saja rasanya sakit. 
Tujuan menulis ini semua bukan untuk mengeluarkan uneg – uneg atau memohon simpati. Saya hanya ingin sharing dan semoga bisa dijadikan bahan perenungan. 

Berhati-hatilah dengan apa yang kita punya sekarang ini. 

Jika saat ini kita berada di atas, jangan lupa mengulurkan tangan bagi yang di bawah. 

Selalu, ingat cara menangis jika kita tertawa, ingat tertawa jika kita menangis. 

Syukuri apa yang kita punya sekarang karena jika kita tidak memperlakukan dengan baik, semua itu akan hilang. Kehilangan selalu menjadi bagian yang tidak mengenakan. 

Berhati – hati dalam bertindak apalagi itu menyangkut orang lain, karena penyesalan tidak bisa mengubah keadaan. 

Satu hal lagi, jangan bermain – main dengan cinta, khususnya cinta kepadaNYA. Kita tidak pernah tahu kekuatan hati kita. 
Keep pray and spread our Love. Love for other, Big Love for our family, Bigger Love for our soulmate a.k.a tulang rusuk :p, The Biggest Love just for GOD.
May GOD bless us...Mari kita saling mendoakan dan hidup dalam damai.
~`aR~

Rabu, 10 November 2010

ELEGY

I have met him at close of day
Coming with the same spirit
From the past that not real
Almost 10 years

So sensitive his nature seemed,
So caring and sweet his attitude.
A man who never I had dreamed
He had done most bitter wrong
with some peoples,
And I try to forget it.
He’s not my criteria
Tall, furry, and he likes to shave his hair,
But he could melt me.

There’s no perfect day except for the smell of coffee with him
Spending time on the telephone.
How do I found my day was so colourful.
There’s no time for myself, filled by him and I don’t rebel, just enjoy it.
Until one day I realized that I have same feelings with him.

Ada 2 opsi; menjadi orang yang beruntung, yang bisa menyayangi seseorang dan membangun hubungan dari situ, atau harus menerima kenyataan bahwa menyayangi seseorang itu membutuhkan waktu (harus dipupuk dan dipelajari).
Proses untuk membangun komitmen dengan orang yang berbeda jenis kelamin, menurutku sangat mudah asal ada keinginan yang sama. Beda halnya, jika ingin menyayangi seseorang, hal yang sulit. Aku adalah tipe orang dengan opsi kedua. Begitulah hal yang terjadi, seperti dengan orang ini. Kami berkomitmen dulu baru aku bisa belajar dan...success !!
Awal pertemuan yang sederhana, niat yang sederhana untuk lebih mengenal, menjalani dengan sederhana pada mulanya. Semua berangkat dari kesederhanaan dan itu kunci dari pondasi yang kami bangun.
Banyak yang meragukan jalan yang kami pilih, tapi dalam hati, seribu mesiu pun sudah aku siapkan untuk maju berperang. Masih jelas dalam ingatan, bagaimana segerombolan serigala buruk rupa merongrong kami. Berbagai senjata sudah aku kerahkan, mulai dari bambu runcing sampai nuklir. Sejauh ini kami menang (setahuku). Satu yang tidak aku perhitungkan sebelumnya; ketika peperangan di luar bukan bahaya yang sebenarnya. Sejatinya, kunci dari keteguhan suatu komitmen antara 2 orang; kepercayaan, kejujuran dan loyalitas. I never thought that we have little. Jika, tiga hal ini kami kaya, maka kaya pulalah hubungan ini.
Belajar itu memang tidak gampang. Awalnya, belajar menerima seseorang, belajar menyayangi dan memupuknya setiap hari, kemudian masih juga harus belajar menerima kenyataan, mempercayai, jujur dan loyal. Apa mudah? Sangat sulit. Selain harus menggunakan hati, otak pun dituntut terlibat. Jika tidak, pertengkaranlah yang berkuasa. Masa krisis itu pun kami pernah melewati.
Setelah 1 tahun ini semua berjalan (anniversary sudah lewat beberapa waktu yang lalu dengan kesederhanaan), saatnya kini untuk cooling down. Semua yang bergejolak, diredupkan. Semua tanpa terkecuali. Bukan lagi waktunya untuk belajar menyayangi, tetapi belajar mempertahankan perasaan agar tetap sama meskipun masing – masing pribadi sudah berbeda seiring dengan perubahaan keadaan.
Beberapa hari ini, banyak pertanyaan yang senada disampaikan, mau dibawa kemana? Aku hanya tersenyum, ah seperti lagu saja. Kami begitu tenang menjalani dan membiarkan keriuhan di luar sana tetap riuh. Kontroversi tentang kami masih terus berlanjut meski kami bukan selebriti, dan jauh dari huru hara infotainment.
Malam ini aku melihatnya dari jauh, dari ingatan, dia sedang menjalani sisi kehidupan yang lainnya (di sanalah perbedaannya). Aku hanya ingin terus memandanginya tanpa berniat untuk menyentuhnya. Biarkan saja.
I don't like feeling that we're losing what we had, but I do.
I move to get closer to you, but you pull away it feels.
I don't know what's in your mind.
I don't know what's in my own mind.
Is it all in my mind?

Now, I look at you from a distance
Only my eyes that touch you
My fingers don’t do that, it’s time for the eyes.

Hey, man with belly bear
Enjoy your time, world, laugh, sing, dance, or anything
I’m here,
Just look at you from a distance
Lighten up, I’m not going to disturb you

: Happy 'simply' anniversary to you...

~`aR~

Sabtu, 24 April 2010

WANITA - WANITA

Spektrum magnet mengganjal mataku, Sabtu pagi ini (walaupun menurutku ini sudah terlalu siang). Oh Lala, pukul 06.30. Keripik singkong yang tanpa tedeng aling – aling menggodaku dengan kriuk – kriuknya. Hajarrrrrr !!!! Kamar yang masih temaram dengan cahaya yang nyelip – nyelip di ventilasi menjadi riuh dalam waktu sekejap. Kriuk..kriuk..kroakkk....hmmm...nyummy. Ndengerin musik di Windows Media Player, suara Avril ‘mengetuk – ngetuk pintu surga’, liat infotainment, masih rame perseturuan antara istri sah dan selingkuhan atau mantan istri dengan istri baru yang berdamai karena merasakan senasib. Korban penipuan lelaki. Ah, reality show tanpa panggung.

Lepas dari skenario atau kenyataan yang sebenarnya, aksi yang dilakukan istri Garry Iskak, Risma terhadap Richa Noverisa cukup mengharukan untuk mengawali Sabtu pagi ini. Mereka bisa berdamai demi anak – anak Garry. Terlebih diiringi lagu flightless bird (OST Twilight). Aih...manis.

Berbeda dengan wanita – wanita, yang seolah terekspos sedang berselisih dengan wanita lainnya menjadi semacam kebanggaan. Satu perselisihan muncul, datang lagi masalah lainnya. Ironisnya, mereka ini termasuk ke dalam golongan wanita masa kini, modern, smart, dan memiliki kair. Apa seperti ini potret wanita – wanita era baru? Meninggalkan ke-‘kartini’-annya. Masih membahas tentang Kartini, mumpung momennya tepat. Perjuangan Kartini menjadi tidak berarti kini. Gerbang kemerdekaan sudah terbuka, akan tetapi mereka hanya berlomba meneriakkan emansipasi. Seolah yang terpenting gerbang itu sudah didobrak dan mereka merasa bebas. Inikah Kartini Indonesia?

 Tulisan ini mungkin sekedar omong kosong pagi. Ocehan beo yang sedang nothing to do. Mencari aktifitas di pagi hari. Aku pun mungkin tidak bisa menjadi Kartini. Aku juga sering mencari permusuhan dengan wanita lain. Ini realitanya. Tantangan hidup ; mengampuni dengan melupakan.

Aih, Saturday-ku...
~`aR~

Rabu, 21 April 2010

SHE'S AWESOME



Kartini.

Sosok perempuan yang  berdedikasi tinggi, terpelajar, berbudaya, dan berani. Pelopor emansipasi. Dia menjadi tonggak sejarah kebangkitan wanita. Kartini mencerminkan wanita yang benar-benar ‘wanita’. Banyak hal yang bisa kita pelajari darinya. Bagaimana dia yang tidak berhenti berjuang untuk hak kaumnya. Usaha-usahanya yang tidak egois walaupun dia seorang yang berkecukupan dan berasal dari keluarga terpandang. Dia layak dijadikan panutan, bahkan dinobatkan sebagai pahlawan wanita. Mottonya : AKU MAU. Dua kata yang sangat inspiratif.
Lantas, bagaimana sosok wanita jaman sekarang?
Emansipasi menjadi semacam bumerang bagi kaum wanita. Dikit-dikit emansipasi dijadikan dalih. Wanita menjadi tidak lagi berpijak pada tempatnya. Wanita dimakan oleh ‘kekinian’. Wanita ‘menjajah’ pria. Inikah yang diharapkan dari perjuangan Kartini? Tentu saja tidak. Emansipasi bukan berarti kebebasan yang tak terbatas. Wanita harus tetap pada tempatnya. Tetap sejajar.
Cermin wanita masa kini sebut saja Dewi Lestari atau Dee. Seorang penulis dan penyanyi. Dedikasi dalam dunia yang dia geluti sangat mencerminkan sosok wanita masa kini yang tidak menghilangkan sosok ke’kartini’an. Dia sanggup menjadi wanita yang tegas dan mandiri, akan tetapi bisa menjalankan tugas sebagai seorang istri yang posisinya sejajar dengan suami. Tidak ada kata menggurui, diktator, dan penjajahan. Walaupun pernikahannya yang pertama dengan Marcel Siahaan kandas pada tahun 2008, itu tidak menjadikannya sebagai seorang wanita yang gagal. Justru di situlah letak keberhasilannya sebagai seorang wanita. Tetap mampu berdamai, bahkan menerima kondisi bahwa dia harus berpisah dengan suami. Dia tidak terpuruk. Dia bangkit dan mampu membuka hati lagi untuk lelaki, Reza Gunawan. Dee terus berkarir. Tidak berhenti.
Dee. 
Wanita sederhana dengan pemikiran-pemikiran yang tidak sederhana. Perahu - perahu kertasnya melaju berpacu dengan supernova - supernova ciptaannya. Hingga mencapai keteduhan yang terangkum dalam Rectoverso, mengajarkan kita untuk menyentuh hati dari dua sisi. Mempelajari cara berpikir, imajinasi, keteguhan melalui karyanya seolah tak pernah ada habisnya. Dee, sosok inspiratif bagi wanita masa kini.
Wanita – wanita Indonesia,
Mari kita terus belajar untuk menjadi wanita cerdas dengan mengenal batas
Mari kita berkarir tanpa akhir
Mari kita melayani tanpa henti
Mari kita berlari menjadi Kartini masa kini

Selamat Hari Kartini

~`aR~

Minggu, 18 April 2010

JUST THANK YOU





Manusia layaknya kertas putih ketika hadir di dunia ini. Tanpa satu titik pun noda. Kita semua sama pada awalnya. Siapa pun ayah ibu kita. Darah siapa yang mengalir di dalam tubuh kita tidak akan berpengaruh terhadap hak kita. Kedudukannya sama. Itulah mengapa aku menyebutnya keadilan hidup. Lantas, apa yang membedakan ketika kita tumbuh?

Setiap pribadi memiliki jalan hidup masing-masing. Itu sudah diatur jauh sebelum kita dilahirkan. Aku mendengar orang-orang menyebutnya takdir. Predestination. Sebuah kata yang menjadi akrab dengan telingaku. Satu kata simpel akan tetapi otakku sempat salah mengejanya menjadi predemption. Aku tegaskan sekali lagi namanya P.R.E.D.E.S.T.I.N.A.T.I.O.N. Kata inilah yang akhirnya membedakan kita. Aku tidak menyalahkan takdir sepenuhnya jika aku tidak bisa menjadi ini atau itu. Takdir mempunyai kawan, aku kenalkan kepada kalian, inilah mereka; orang – orang di sekitar kita dan lingkungan. Merekalah yang berpartisipasi menentukan hidup kita. Mereka semua yang membuat kita beda pada akhirnya. Lantas, dapatkah kita melawan takdir?

Kalian tau siapa yang mengatur takdir? That’s right ! G.O.D. Kalian mungkin membenci takdir. Entah apapun takdir kalian. Aku rasa tidak perlu munafik untuk mengakuinya. Aku juga demikian. Tidak hanya sekali, aku mencoba melawan takdir. Begitu banyaknya hal – hal di sekelilingku yang aku anggap tidak adil. Inilah yang membuatku kadang membenci takdir. Usaha sekeras apapun, pemberontakan sebrutal apapun hanya akan membuat takdir bergeming. Aku rasa bukan begitu cara melawan takdir. Takdir itu memang sangat tegas, keras, dan saklek. Hal ini bukan berarti takdir tidak bisa berubah. Kalian tau apa yang dinamakan doa? Berbahagialah karena kita memiliki Tuhan yang Maha Baik dan Penyayang kepada setiap umat-NYA. Satu – satunya hal yang bisa mengubah takdir adalah doa. Tentu saja ini hanya keyakinanku saja. Berulang kali aku membuktikannya. Kekuatan doa akan membantu kita meluluhkan takdir. Satu saja yang perlu kita butuhkan: percaya.

“ There can be miracle, when you believe.
 Though hope is frail, it’s hard to kill
Who knows what miracles, you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe “
– ‘When You Believe – Whitney Houston & Mariah Carey-

 Tuhan itu begitu baik memberikan takdir kepada kita. Yahh...terkadang menurut kita takdir itu tidak sesuai dengan yang kita harapkan. In this case, be positive thinking. Jangan berpikir buruk dengan rancangan-NYA. Bukankah kita bisa mengambil sisi baiknya? Jika diharuskan memilih di awal kehidupan, siapa saja yang nantinya hadir dalam hidup kita, mungkin itu akan menjadi pilihan yang sulit. Bayangkan, DIA sudah mengatur semuanya untuk kita. Memberikan orang-orang yang pastinya tepat untuk kita, entah itu sebagai kawan, sahabat, keluarga, pasangan hidup. Setiap orang yang hadir di dalam hidup kita juga Tuhan berikan tugas masing-masing. Apa tujuannya? Untuk membantu kita menjadi manusia yang lebih baik. I think It’s amazing. Ada yang ditugaskan untuk menyayangi kita, membantu kita, sekedar hadir dalam hidup kita, bahkan ada juga yang ditugaskan untuk kita benci.

Kehadiran orang – orang tersebut sebenarnya adalah hadiah dari-NYA, seperti halnya takdir. Melalui merekalah tangan Tuhan bekerja. Mereka sebagai alat Tuhan untuk membantu, membentuk dan memberikan mukjizat kepada kita. Mereka yang terkadang kita lupakan dalam setiap doa. Mereka yang terkadang tidak kita inginkan. Mereka yang terkadang kita sesali karena kita mengenalnya. Mereka yang terkadang membuat kita malu. Mereka yang terkadang kita remehkan. Mereka yang mempunyai banyak kekurangan. Mereka yang diantaranya mempunyai derajat lebih rendah dari kita. Mereka yang mungkin hanyalah seorang pemulung, pengemis, tukang sampah, satpam, penjual makanan, tuna wisma, orang gila, gelandangan, preman, perampok....atau siapapun mereka.

Aku yang sudah dilahirkan selama 23 tahun 2 bulan 28 hari, menyadari hal ini. Begitu banyak DIA memberikan aku mukjizat dan indahnya hidup. Tak terhitung berkat-NYA. Bahkan, kesadaranku akan hal ini adalah mukjizat-NYA juga. Hari ini, DIA memberikan aku waktu untuk mengatakan sesuatu melalui tulisan ini.

Dear all people in the world, who come to my life,

My beloved parents,
Thank’s for your sincerity, thank’s for all you’ve done. I’m grow up and learning.

My ‘fighting spirit’,
You’re my secret. Our dreams is secret. You’re place still secret. Although we have bad predestination and can’t to change it, just belive, you’re still life and live in my heart. Give me your promise, you never let me go and you never leave me alone. Thank’s made me stronger and brighter. Love you.

My little brothers & sister,
Thank’s for your laugh, jokes, and smile. You made me survive. I’ll be your guardian.


My best friend a.k.a my darling (blushing),
Thank’s for everything. Do you know? Your laptop can help me to realize my mind. Be patience I promise I’ll be better. Give me more time and I’ll make our predestination be our friend. I hope you’re the one (hehehw....God, please forgive my egoist).

Everyone,
Tengkyu buat semuanya.
Terimakasih sudah berperan dalam kehidupanku.
Ga ada lo ga rame.

The last,

Bentuk terimakasihku untuk kalian, aku akan berusaha dengan mottoku dulu (hehew...):
AKU AKAN SELALU ADA UNTUK KALIAN.

With Love,
~`aR~

Minggu, 03 Januari 2010

AS A WHITE PIGEON


MeRpati putih.

Begitulah peRanku pada sandiwaRa kehidupan kali ini. KesempuRnaan hidup seekoR meRpati putih ada padaku:

Bulu – bulu putih nan lembut
Sepasang sayap yang kokoh
Kicauan meRdu di pagi haRI
GeRakan yang lincah

Dan satu lagi kebanggaanku, kelebihanku yang membuat oRang tak sungkan mengacungkan 2 jempol dengan senyum kekaguman: KETEGUHAN HATI.

Ini adalah salah satu haRtaku. Begitu mudahnya bagiku menjaga ini semua. It’s a beautiful life. Rasanya sepeRti musim semi.

Keindahannya sepeRti Keukenhof.
Cantiknya sepeRti sakuRa.
Penuh waRna sepeRti pelangi.

Kehidupan yang begitu agung. Thank’s to My LoRd, YOU give me the peRfect life.

Akulah meRpati putih. Aku tidak setangguh Rajawali, tapi kemampuan teRbangku sepeRti elang. Mataku tajam ketika mengepakkan sayap di udaRa dan teduh ketika beRtenggeR di pinggiR jendela. Aku meRpati putih menyukai udaRa, langit biRu, kebebasan. Lepas. Aku bebas teRbang tanpa takut batasan apapun, kaRena akulah meRpati yang memiliki keteguhan hati. Sesekali aku teRbang di atas aiR dan di saat lain aku menukik tajam, teRbang dengan kecepatan kilat di antaRa belantaRa hutan, peRmainan adRenalin favoRitku. Akulah meRpati putih bebas itu beRbeda dengan meRpati – meRpati lainnya.

Lihatlah kini....
Bulu-bulu putihku mulai teRlihat usang.

Tidak lembut lagi kaRena keRontokan telah meRajalela. Sebagian kulitku teRlihat. Rasanya sakit ketika satu peRsatu bulu putihku mulai teRcabut. Dinginnya musim ini menusuk-nusuk membuat kulitku peRih.
Sayapku melemah. Aku tidak sanggup lagi teRbang di antaRa pohon-pohon tua itu. Aku lupa nada semua nyanyian. Entah. Bagaimana caRanya beRkicau??? Aku lebih banyak diam menyadaRi keRapuhanku sekaRang.

HaRtaku : keteguhan hati, peRlahan mulai luntuR. Aku kini sama dengan buRung-buRung lainnya.
Akulah meRpati putih itu. 

MeRpati yang kini tidak putih lagi.

~`aR~

Minggu, 27 Desember 2009

AS A GRASS


Tonight, as a gRass, and I will tell you story about me :

            TeRlahiR sebagai Rumput, Rasanya sepeRti sebuah kado yang begitu indah. Alam mengajaRkan untuk selalu beRsyukuR, bahkan ketika haRus beRpeRan sebagai Rumput. Rumput hanyalah Rumput. Aku beRsyukuR aku bukan Rumput yang tumbuh tanpa kendali, tidak beRatuRan, dan di sembaRang tempat. Aku Rumput, bukan ilalang yang sanggup menyembunyikan tikus, bebek, ayam, anjing, atau manusia. Tinggiku tidak lebih daRi 30 cm. Kecil memang. TeRlihat lemah dan Rapuh. Tidak ada yang tahu aku lebih daRi itu. Satu Rahasia besaR dibalik ”kekeRdilan”ku, akaRku menjalaR liaR, menggenggam setiap hoRizon tanah.Kuat. I believe it.

            BebeRapa makhluk hidup lain menganggapku teman dan bebeRapa yang lain menganggap musuh. I don’t caRe. Aku hanya peduli dengan meReka yang peduli padaku. Keegoisan mengajaRkan itu. Kupu – kupu, belalang, lebah, kumbang, daun-daun, Ranting-Ranting, pohon, seRing mengajak beRcengkeRama, menghasilkan senyum dan tawa. I love my woRLd.

            One day, angin datang dan mengajakku menaRi. Satu hal yang beRbe
da dan aku menganggap ini tantangan. "Teman-teman"ku mengatakan memang sehaRusnya sebagai Rumput, aku lihai menaRi sepeRti itu. Itu baRu namanya Rumput yang "hidup". Namun, tidak sedikit yang mengkhawatiRkan kekuatan akaRku. MeReka mengatakan "Waspadalah teRhadap angin. Dia hanya akan meRusak." Aku teRtegun. Sejahat itukah angin? Namun, kembali aku peRcaya pada akaR-akaRku, bahkan dengan sedikit angkuh aku beRpikiR selama ini tidak ada yang beRhasil menyakitiku. Selanjutnya, aku hidup dalam buaian angin.
          Pagi, siang, soRe, malam, eveRytime, eveRywheRe, angin selalu ada. Begitu peRcayanya aku pada angin ini. Setelah kepeRcayaan ini teRtanam dan mulai menguat, aku menyadaRi satu hal telah hilang daRiku. Hal yang sebenaRnya sudah teRbaca akhiR=akhiR ini bahwa ini akan teRjadi. Satu hal itu : Embun. CiRi khas kesegaRanku, lenyap. Angin yang melenyapkannya. Rasa dehidRasi sedikit demi sedikit mulai meResahkan akaR-akaRku. Aku masih tetap hijau. Hijau???!!! Aku baRu menyadaRi filosofi hijau yang dipeRbincangkan meReka. Hijau yang beRaRti muda dan miskin pengalaman. Hijau yang beRaRti polos dan mudah ditipu. Hijau yang beRaRti lemah dan mudah ditaklukkan. Aku meRadang.  One's day aRe numbeRed. Seandainya bisa countdown "saat itu", akan aku mulai saat ini. Sayangnya, sampai sekaRang aku pun tidak tahu kapan peRan ini akan beRakhiR.

I''ll tRy to always on the watch foR all possibility which can be happened.

"Angin, aku akan tetap menjadi Rumput yang hijau keRdil yang tidak sanggup menyembunyikan apa pun. Play with me. HuRt me. Do anything to me. Ambil semua embunku, tapi aku peRingatkan satu hal: JANGAN AKARKU. Dan aku akan menunggu kepeRgianmu. Aku yakin itu tidak akan lama, kaRena aku sudah melihatnya sekaRang di matamu. Killing me softly. Thank You."
         

~`aR~

Kamis, 29 Oktober 2009

THE CHOICE




You aRe the peRson who has to decide. WhetheR you'll do it oR toss it aside; you aRe the peRson who makes up youR mind. WhetheR you'll lead oR will lingeR behind. WhetheR you'll tRy foR the goal that's afaR. OR just be contented to stay wheRe you aRe (Edgar A. Guest).”

Kehidupan setiap manusia tidak bisa lepas daRi PILIHAN. Life is choice. Ketika beRjalan dalam suatu kehidupan kadang kita teRhenti dengan adanya pilihan. Jalan yang beRcabang. Bagaimana jika keadaan tidak mendukung untuk kita memilih??? Mungkin kaRena teRlalu gelap untuk melihat jalan yang benaR. Mungkin kaRena suaRa hati teRLalu liRih untuk beRbicaRa. Mungkin kaRena otak dan hati tidak bisa sinkRon. Kehilangan pegangan, teRombang-ambing di tengah keadaan yang tidak jelas, membuat eneRgi teRkuRas habis. Tidak tahu bagaimana menentukan aRah. BeRdiRi saja di peRsimpangan, beRpikiR pun tidak, hanya sekedaR menatap jalan beRcabang sambil beRhaRap bisa menentukan apa yang dicaRi. 
Lantas, yang menjadi peRtanyaan; apa sebenaRnya yang kita caRi dalam hidup ini? 
Salah satunya kebahagiaan.

What we call the secret of happiness is no more a secret than our willingness to choose life (Leo Buscaglia). 

Apa yang kita sebut Rahasia kebahagiaan adalah kesediaan kita untuk memilih hidup. "Kesediaan" mengandung makna 'sedia' secaRa keseluRuhan; mau, mampu, lakukan. Just do it. It's sounds like easy way, but tRust me it's moRe difficult. Tidak semua oRang bisa memilih. It's the pRoblem..

Mungkin ada banyak oRang di luaR sana yang memiliki pRoblem dalam 'memilih'. Dan aq hanya akan melihatnya saja, kaRena aq tidak bisa menjadi lilin bagi setiap oRang.

Kamu adalah oRang yang haRus memutuskan; apakah kamu akan melakukannya ato tidak, hanya sekedaR mengesampingkannya. Kamu adalah oRang yang membentuk pikiRanmu sendiRi; apakah kamu akan menjadi pemimpin dalam pencaRian jalan hidupmu sendiRi ato hanya akan teRus saja beRada di belakang tanpa beRbuat apa-apa. Apakah kamu akan mencoba tujuan yang lebih jauh ato hanya puas akan kebeRadaanmu yang sekaRang saja. STAG.

To eveRy one, listen to youR heaRt and close youR eyes. Find youR way and let's walk, don't look back. It's youR choice. Good Luck.


~`aR~