powered by ★bintangkwecil

Senin, 09 Maret 2009

LEMBANG



Lembang.
Tujuan utamaku. Suatu tempat yang bikin aku inteRest banget dengan Bandung. SebenaRnya, pengen ke Bosha Cuma ga bisa, timingnya ga pas. Finally, ke KaRmel. MeneRobos dinginnya Bandung dengan basah kuyup.

Sata kata : GREAT !!!

Butuh shock teRaphy, melakukan long vacation dan sampailah di lembah KaRmel. BenaR – benaR jalan yang DIA tunjukkan susah diceRna. sebeRapa kuatnya kita menjauh, DIA selalu mempunyai caRa untuk mendekatkan kita lagi. Memang, kita tidak peRnah bisa sembunyi dari-Nya. Dan tidak sehaRusnya kita laRi ataupun beRsembunyi daRi-Nya. Setiap kekalutan kita, sehaRusnya diseRahkan kepada-Nya. Dia selalu meneRima kita dalam keadaan apapun.

~`aR~

Minggu, 08 Maret 2009

BANDUNG I'M COMING (1)



Planning haRi ini emang vacation ke Bandung. CaRi-caRi shock teRaphy coz sabtu udah nonton baReng tapi belom oke juga kondisi kejiwaanku (hihihihihi). Ini peRtama kalinya ke Bandung sendiRian dan dengan lugunya caRi tiket ke Stasiun Kota. Salah banget. Ga ada keReta bisnis / eksekutif, Cuma ekonomi. Kesalahan ini menjadi opening pengalaman yang teRLupakan teRjadi (pengalaman konyol tepatnya).

Singkat kata, ada oRang yang baiiikkk bgt nawaRin nganteR ke GambiR, dibeliin tiket ke GambiR pula. Dan kesialan itu teRjadi. Mulai daRi dapat keReta yang GA BGT, dituRunin bebeRapa meteR sebelum stasiun. Huh... saking stResnya aku take a photo. Monas. Lumayan juga. Mulai daRi titik itu sampai pintu keReta PaRahayangan, dengan tiket yang susah payah aku dapatkan bebeRapa menit sebelum keReta beRangkat, penuh dengan kalimat-kalimat yang susah diceRna. Kalimat yang keluaR daRi mulut oRang asing itu.
Saat – saat sepeRti ini, ada untungnya punya sifat cuek dan ‘galak’. Aku bisa membiaRkan oRang itu beRkata semaunya tanpa peRLu dimasukkan ke dalam hati. Selain itu, aku juga bisa bilang dengan tegas (pada akhiRnya) : TIDAK ! TIDAK ! TIDAK !!!

Do you believe love at the fiRst sight?

Mungkin ada, tapi kalau dilamaR pas peRtama kali ketemu? It’s veRy cRazy !
Apes...apes...apes...(bukan sepeRti ini yang aku impikan...Huh... I pRefeR jomblo aja deh, I think It’s betteR).

Bandung menyambut dengan hujan. Pedagang – pedagang di lapangan Gazibu kocaR kaciR dibuatnya. Genangan aiR benaR – benaR menghambat. Menggigil di depan gedung pos, teRus beRlanjuT sampe CikutRa. Huh ! Saat – saat sepeRti ini aku jadi kangen dengan kamaR kosku. kamaR yang selalu hangat menyambut kedatanganku. Hikz..!!!!

The last,
“Little wish on my little sisteR b’dHe;
Be a smaRt, stRong, and helpfull giRL. Wish U all the best my little giRL. Miss U. “

11.30 p.m

`aR~

Minggu, 01 Maret 2009

AN ARMY OF ONE




SeoRang petaRung sejati tidak boleh teRtangkap tanpa senjata. Senjata adalah apapun yang bisa digunakan sebagai senjata.

Kalimat itu mengajaRkan bahwa untuk beRtaRung “amat sangat” dibutuhkan SENJATA. Dan teRnyata aRti kata SENJATA tidak melulu identik dengan benda yang beRbahaya sepeRti; pistol, samuRai, pemukul bisbol, stick golf, gRanat, pisau, bom dan bla...bla...bla...SENJATA bisa beRaRti apa saja, dan aku teRbiasa menyebutnya KARTU AS (bukan beRmaksud iklan opeRatoR seluleRnya, Red). Begitu mudahnya hidup jika kita menggenggam KARTU AS. Kekalahan itu teRasa begitu jauh.

Kekalahan meRupakan konsekuensi untuk meRaih kemenangan. pRibadi pemenang selalau siap untuk sebuah kekalahan.

Kekalahan bukanlah sesuatu yang peRLu dikhawatiRkan, bahkan ditakuti. justRu untuk memiliki pRibadi pemenang, kuncinya adalah Ramah teRhadap kekalahan. Kita haRus peRcaya kalau kekalahan adalah saRana untuk menang selanjutnya.

Apabila di ambang kekalahan, petaRung sejati memang sehaRusnya beRsama dengan SENJATA. Paling tidak dengan SENJATA di tangan membuktikan usaha sudah dilakukan. Lantas, timbul peRtanyaan, ada yang salah dengan SENJATA yang dimiliki?
Apa kuRang canggih?
Apa kuRang kuat?
Apa kuRang banyak?
Mungkin saja sepeRti itu, tapi mungkin juga bukan.
BeRceRmin.
IntRospeksi.
Apakah senjata teRSebut sudah digunakan dengan benaR dan semestinya? Jangan sampai SENJATa makan tuan.
Ada istilah what goes aRound comes aRound (sepeRti lagu Justin TimbeRLake dengan judul yang sama). Bahasa simpelnya K-U-A-L-A-T. SENJATA haRus dijaga dengan benaR agaR tidak menjadi bumeRang (bumeRang juga SENJATA, kan? *bingung).
Ya, intinya, untuk menjadi pemenang tidak haRus mengalahkan oRang. Menang adalah membantu oRang lain untuk menang. So, beRbahagialah di setiap peRtandingan.

~`aR~

Jumat, 16 Januari 2009

LIE




Lumayan haRi ini tidak begitu dingin. Ujan juga kayanya udah muLai bosen. Cuma tetep aja ‘meReka’ absen tiap pagi, just geRimis. Cuaca emang lebih baik, tapi suasana sepeRtinya sama, malah lebih buRuk.
LIE…
LüGE…
LIGGEN…
Ato apalah namanya…Pastinya, kata dasar bohong yang menuRut Kamus BesaR Bahasa Indonesia diaRtikan sebagai beRikut:


bo·hong a 1 tidak sesuai dng hal (keadaan dsb) yg sebenarnya; dusta: kabar itu -- belaka; ia berkata --; 2 cak bukan yg sebenarnya; palsu (biasanya mengenai permainan): uang --; lotre --; ber·bo·hong v menyatakan sesuatu yg tidak benar; berbuat bohong; berdusta: jangan coba-coba -, nanti pasti ketahuan; mem·bo·hong v mengatakan sesuatu yg tidak benar kpd; mem·bo·hongi v berbohong kpd; mendustai: sudah kerap kali dia -ku; mem·bo·hong·kan v 1 menyatakan (mengatakan, meng anggap) bohong: ia - kabar itu dan menganggapnya sbg fitnah belaka; 2 menyangkal; mengingkari: tertuduh - semua keterangan saksi; bo·hong-bo·hong·an n bukan yg sebenarnya (tt permainan); pem·bo·hong n 1 orang yg suka membohong; 2 suka membohong (berbohong); ke·bo·hong·an n perihal bohong; sesuatu yg bohong: -nya suatu ketika akan ketahuan juga


So, jelaskan, yang namanya Bo’onG itu emang ....hehhhh!!!! GA BANGET !!!. Satu hal itu bikin BT sehaRian, mengacak2 mood yang emang daRi kemaRen udah konsLet. MembakaR sumbu emosi, menumpas abiz sisa2 spiRit yang nyaRis punah, teRus saja membabi buta mempoRakpoRandakan tatanan sistem memoRy otak, melumpuhkan sendi2 kReativitas. Aq teRhipnotis. TeRpaku pada satu kata yang tiba2 distempel di jidat (menimpa stempeL lama yang beRtuLiskan JOMBLO). STAGNASI.
Lebay…!!!!!
Padahal c…cm BT gaRa2 ada oRang yg bo’ong. Dikasih amanat sama atasan ga digubRis..Malah ngeyel. Kebanyakan alasan lagi. Jaman sekaRang emang makin banyak yang pengen seRba gampang, simple, pRaktis. Efisien waktu. Lhah..efisien waktu???Et dah....udah koRupsi waktu sekaRang caRi alasan buat iRit waktu. BeneR2 dah..!!!!
In the fact, oRang yang mulutnya penuh ‘gula’ lebih bisa melesat melebihi Roket daRipada oRang yang ‘diet gula’. Main kata dikit, sebuah kesalahan bisa dibeRikan amnesti. Ga usah mengambil contoh paRa ‘penggede’ negaRa yang seRing nongol di TV kasian meReka udah seRing ketiban caci maki. Coba jujuR ajHa, di sekitaR kita jg banyak koRuptoR. PaRahnya lagi yang dikoRupsi w-a-k-t-u. Apalagi cuaca yang seRing ‘basah kuyup’. Makin gampang aja tuh alasan.
Patokan yang dijadiin tolak ukuR ‘kaRyawan teladan’ Rupanya udah beRubah juga seiRing beRubahnya jaman yang makin edan. SepeRti yang aku bilang tadi, yangbeRmulut ‘gula’ kaRiR pasti melesat. Salah satu syaRat untuk bisa menjadi manusia ‘gula’ ya haRus lihai dg satu kata ‘LIE’. OMG, udah ga waRas neh. Bohong jadi naik daun di dunia keRja. Licik.
Tadi malam, bagian syaRafku mengkomando kalo aq makin ‘ciut’ aja. SyaRaf yg laen menyadaRkan ‘time is Running out’. Dunia stagnasi masih membelit. Kadang teRgelitik juga untuk mengikuti aRus. Memasang topeng beRLapis 9. Memakai Rompi baja ala pRajuRit Yunani. Mengoleskan ‘gula’ di mulut. Melatih lidah untuk selalu menjuLuR miRip anjing Rabies.....menjadi sepeRti meReka???!!!!
Ya ampyunnnn !!!! Begitu besaRnya pengoRbanan yang haRus dibeRikan ????
Menjadi ‘loseR’ bisa jadi itu takdiR, tapi menjadi ‘waRas’ itu pilihan. So, gimana neh cuy???

~`aR~

Rabu, 03 Desember 2008

MENABUNG VS BERHUTANG




Lelucon inspiRatif mengenai pendapatan dan pengeluaRan, sumbeR dan tujuan pengelolaan keuangan.

ORang Indonesia beRtanya pada oRang ERopa : “BeRapa gajimu dan untuk apa saja uang sejumlah itu?”
oRang Eropa menjawab : “Gaji saya 3000 EuRo; 1000 EuRo untuk tempat tinggal, 1000 EuRo untuk makan, 500 EuRo untuk hibuRan.”
oRang Indonesia lantas beRtanya : “Lalu sisa 500 EuRo untuk apa?”
oRang Eropa menjawab dengan ketus :”Oh, itu uRusan saya, Anda tidak beRhak beRtanya !!!”
Kemudian oRang Eropa balik beRtanya :”Kalo Anda bagaimana?”
oRAng Indonesia menjawab :”Gaji saya Rp 950.000 ; Rp 450.000 untuk tempat tinggal, Rp 350.000 untuk makan, Rp 250.000 untuk tRanspoRt, Rp 200.000 untuk sekolah anak, Rp 200.000 untuk bayaR cicilan pinjaman, Rp 100.000 untuk......”
Penjelasan oRang Indonesia teRhenti kaRena oRang EROpa menyetop penjelasan itu dan langsung beRtanya : “Tunggu !!! Uang itu jumlahnya sudah melampaui gaji Anda. Sisanya daRimana?” Kata oRang Eropa itu keheRanan. Kemudian oRang Indonesia itu menjwab dengan enteng :”Begini misteR, tentang uang yang kuRang itu uRusan saya, Anda tidak beRhak beRtanya.”
Jelas bagi kalangan teRtentu, menabung sudah meRupakan bagian daRi total peRencanaan keuangan, sedangkan bagi kalangan teRtentu lainnya, hutang justRu menjadi bagian daRi kehidupan sehaRi-haRi.

SumbeR : A. Lily Widjaja “PRaktisi Modal”

Jumat, 31 Oktober 2008

REMEMBER

31-okt

AnotheR 31th OctobeR

Has come and gone away

In my life and youRs

And I've been keeping all the faiRytale

That you told me

I RemembeR when you used to tuck me

at night

with youR aRm that I held so tight

I RemembeR when the Rained dRop

I felt so feaR

You hug me and made me calm

I still RemembeR it

And the time

I stayed to watch you fade away

I've been losing you

It's so haRd to accept the fact

You'Re gone foReveR

Nothing's Real until you let go compeletely

I shan't have lied

When eveRything was going Right

And I know just why you couldn't come

along with me

And this way not ouR dReams

I still RemembeR it

On 31th OctobeR

When you passed away


*foR my beloved Dad

~`aR~

Senin, 01 September 2008

BULAN KITAB SUCI




Bagaimana seandainya Tuhan tidak mempunyai waktu untuk membeRkati kita haRi ini kaRena kita kemaRin tidak ada waktu untuk mengucap syukuR kepada-Nya…
Bagaimana seandainya Tuhan tidak lagi membimbing kita esok haRi, kaRena kita tidak mengikuti-Nya haRi ini…
Bagaimana seandainya Tuhan tidak beRjalan lagi dengan kita haRi ini kaRena kita gagal untuk mengenali haRi ini sebagai haRi-Nya…
Bagaimana seandainya bila kita tidak akan peRnah mengamati mekaRnya sekuntum bunga kaRena kita menggeRutu ketika Tuhan mengiRim hujan…
Bagaimana seandainya Tuhan tidak lagi mengasihi dan peduli kepada kita …
Bagaimana seandainya Tuhan mengambil Alkitab kita esok haRi kaRena kita tak membacanya haRi ini…
Bagaimana seandainya Tuhan tidak lagi mau memberi pesan-Nya kepada kita kaRena kita tidak mau mendengaR kepada oRang yang membawa beRita-Nya…
Bagaimana seandainya Tuhan tidak mengutus Anak-Nya yang tunggal kaRena Ia ingin agaR kita mempeRsiapkan sendiRi untuk membayaR haRga daRi dosa-dosa kita…
Bagaimana seandainya pintu GeReja teRtutup bagi kita kaRena kita tidak mau membuka hati kita…
Bagaimana seandainya Tuhan menjawab doa-doa kita dengan caRa sepeRti kita menjawab panggilan Tuhan untuk melayani-Nya…
(http://www.rumahrenungan.com/)

SeptembeR ini dipeRingati sebagi bulan kitab suci. So, apa yang haRus kita lakukan?
SekedaR tau???
Bagaimana nasib Injil yang kita punya?
KeluaR daRi Rak???
Ato tetap tak teRsentuh kaRena diselimuti debu yang semakin haRi semakin menebal dan isinya semakin jauh daRi hati kita???

Mengutip daRi www.rumah runungan.com, “Bagaimana seandainya Tuhan mengambil Alkitab kita esok haRi kaRena kita tak membacanya haRi ini…”

Sebagian daRi kita selalu menganggap Remeh hal ini dengan dalih....
”Ah, besok aja deh..”
ato kaRena beRbagai kegiatan yang menyita waktu kita dengan angkuhnya kita ngomong,
“No time !!!”.

Hello???!!!!!!

Apa ini balasan kita untuk Tuhan yang sudah membeRikan seluRuh waktunya, bahkan HIDUP-Nya untuk kita? Apa ini caRa kita membalas keikhlasan Tuhan yang sudah Rela menyeRahkan segalanya untuk menebus dosa-dosa kita? Dan, apakah ini caRa yang tepat untuk mengimbangi keRendahan hati-Nya yang Rela mempeRhambakan diRi, diolok-olok, dikhianati.......????? Come on, singkiRkan keangkuhan kita....luangkan waktu untuk-Nya.....sejenak saja.....membaca fiRman-fiRman Tuhan....bahkan jika kita hanya sempat membaca satu ayat-pun....Sungguh ga ada bacaan sehebat INjil....ga ada santapan selezat sabda-Nya.....
Bukankah di haRi-haRi teRbeRat kita Dia selalu ada !!!
BeRsikap adiL untuk-Nya tidak akan membuat waktu kita habis, malah semakin banyak hal yang bisa kita lakukan. Bayangkan saja jika semua sikap kita kepada-Nya, juga Ia lakukan teRhadap kita. Kita ga peRnah menginginkan hal itu, bukan?

~`aR~