Beberapa hal yang ditakuti manusia adalah menjadi tua, sakit dan maut (Anonim).
Salah satu momok dalam hidup adalah menyerah sebelum kalah (Archi - 2012).
Menjadi tua, sakit ataupun maut sesungguhnya bukan suatu hal yang perlu ditakuti. Ketiganya adalah kepastian yang tidak bisa dihindari. Bukankah saat ini kita hidup di dunia?
Hanya saja untuk menghadapi hal yang pasti tersebut, banyak di antara kita yang tidak siap, selalu tidak siap, bahkan tidak akan pernah siap. Orientasi manusia pada kenikmatan, kenyamanan, dan kekekalan yang sifatnya menyenangkan ternyata bisa menjadi penyebab tumbangnya iman. How come? Manusia lebih nyaman berada di comfort zone. Mayoritas dari kita mencari kehidupan yang tenang dan damai, bahkan kalau perlu tidak ada konflik. Kita menjadi terobsesi dengan surga. Gambaran surga yang serba indah tentu menggiurkan. Kehidupan yang bertahun – tahun di dunia menjadi begitu membosankan. Kalau saja untuk masuk surga ada program akselerasi, mungkin korupsi terbesar bukan di meja wakil rakyat. Banyak di antara kita (mungkin) menjadi tidak sabar ingin dimutasi ke surga. Menghalalkan berbagai cara untuk bisa mendapat “green card”. Bagian penerimaan anggota surga mungkin sampai kewalahan dengan sogokan dari manusia ya.
Back to reality, untuk mendapat surga faktanya tidak semudah itu. Kita harus menyelesaikan pertandingan di dunia terlebih dahulu. Pemenangnya bisa mendapat “green card”.
Kita tetap harus menghadapi kenyataan untuk menjadi tua, merasakan sakit dan menerima jika maut datang.
Saat ini bahasan lebih rinci bukan tentang tua dan maut, tapi tentang sakit.
Permenungan saya beberapa jam ini membuahkan pemikiran bahwa kita kadang memang HARUS sakit. Ya, harus sakit. Bisa jadi Tuhan memakai “sakit” untuk mendelegasikan satu tugas khusus atau itu cara DIA berbicara dengan kita. Nah, selanjutnya, kita sendiri yang harus menerjemahkan “clue” tersebut.
Sedikit cerita, saya dulu pernah “bersedia” jika Tuhan mau memakai saya untuk “tugas khusus”. Saya mau jadi alat Tuhan, setidaknya itu better daripada menuruti kehendak keduniawian yang membuat capek. Saat itu, rasanya saya kuat untuk menanggung.
Sekarang, setelah flashback setahun ke belakang, saya gentar juga dengan “kesanggupan” waktu itu. Bagaimana jika kondisi tubuh yang semakin menurun ini adalah “jawaban”? Bagaimana jika tubuh saya dipakaiNYA untuk menyatakan kuasaNYA? Berbagai pikiran buruk berkelebatan tidak tentu arah. Mengikis iman yang sedang saya bangun perlahan – lahan.
Ada perlawanan di dalam batin, mengapa Tuhan lakukan ini ketika saya sudah menemukan “tujuan” hidup? Mengapa Tuhan berikan ini ketika saya sedang “berbenah”? Ada jawaban dari pertanyaan tersebut : rencanaNYA tidak pernah gagal.
Kita hanya mampu melihat sebagian kecil dari hidup, sedangkan Tuhan yang membuat rancangan hidup secara keseluruhan. DIA tahu yang terbaik untuk setiap pribadi.
So, yuk tingkatkan spiritualitas kehidupan kita. Psssttt...jangan mau kalah. GBUs
~`aR~
Kamis, 08 November 2012
Sabtu, 03 November 2012
THEY ARE HUMAN (1)
Hidup itu penuh dengan pertanyaan. Bagaimana orang – orang luar biasa berikut ini menjawab pertanyaan yang diajukan secara tiba – tiba? Mungkin jawaban mereka menginspirasi kita untuk berbuat lebih baik, berpikir bijak, something like that. Check it out !
1. MEUTIA . A
Ibu satu anak | 38 th | Karyawan Swasta | Cinta Keluarga
Ibu satu anak | 38 th | Karyawan Swasta | Cinta Keluarga
Untuk mewawancarai wanita satu ini terbilang cukup mudah walaupun awalnya disangka mau nawarin asuransi atau bisnis MLM. Mungkin dari cara menyusun kalimat pertanyaan yang mengarah ke sana atau entahlah. Kesulitan yang dihadapi yaitu keterbatasan waktu. Ritme kerja yang memang tidak bisa diprediksi dan spontanitas amatir pewawancara menjadi kendalanya. Jadi hanya sedikit pertanyaan yang bisa dijawab. Pada akhirnya, bukan kuantitas yang dipelajari tapi kualitasnya menjawab pertanyaan itulah yang patut dicontoh.Apa sih arti 38 th buat mbak Meutia?
Apaaa yaa... (2 menit mikir) tambah tua, harus makin bijak, lebih berfikir gimana caranya pensiun dan mulai usaha sendiri.. sambil nambah ilmu agamanya. (Perfect answer guys)
Definisikan “bahagia” versi Mbak !
Haaahahaaa..disurvey niiih? (Aku bisa membayangkan ekspresinya)
Bahagia = membahagiakan orangtua yang msih ada, anak2 tumbuh pintar dan baik kepada orang tua dan lingkungannya,bisa membantu oranglain..*biar nanti meninggal ada arti khusus buat yang ditinggalkan..
Gw pengen punya energi lebih buat bantu orang – orang yang kesusahan. (Mendadak aku speachless)
Sudah ada planning untuk mewujudkan “kebahagiaan” itu sendiri?
Sudaaaah...Udah mulai buka usaha sendiri kecil - kecilan..
Apa kalimat yang bisa menginspirasi Mbak Meutia?
Kalo bahasa arabnya, man jadda, wa jadda. Siapa yang bersungguh – sungguh akan berhasil. Klise tapi nggak semua bisa nerapin. Percaya mimpimu akan menjadi kenyataan, walaupun membutuhkan waktu. Sesuatu yang dikerjakan dengan hati, hasilnya jauh lebih bagus daripada dengan terpaksa. (Tiga kalimat terakhir sebenarnya nasehat pribadi, tapi saya rasa perlu dipublish juga karena ini bisa jadi nasehat untuk banyak orang).
Kalo bahasa arabnya, man jadda, wa jadda. Siapa yang bersungguh – sungguh akan berhasil. Klise tapi nggak semua bisa nerapin. Percaya mimpimu akan menjadi kenyataan, walaupun membutuhkan waktu. Sesuatu yang dikerjakan dengan hati, hasilnya jauh lebih bagus daripada dengan terpaksa. (Tiga kalimat terakhir sebenarnya nasehat pribadi, tapi saya rasa perlu dipublish juga karena ini bisa jadi nasehat untuk banyak orang).
The last, kalau dengar kata "bintang kwecil" apa yang terlintas di pikiran mbak Meutia?
Bintang Kwecil buat gue itu anak gue. (Yup, nyata di dalam foto yang dikirim ya Mbak...:)
2.WIWIED N.K
Basis | Jomblo Akut | 21 th | Karyawan Swasta
Basis | Jomblo Akut | 21 th | Karyawan Swasta
Untuk interview manusia satu ini kendalanya dari segi bahasa. Susah mengerti bahasa alay, apalagi untuk editing agar hasil interview ini bisa diterima manusia. Noted ya ma-nu-sia.
Apa arti 21 tahun buat kamu?
21 tuh gak muda tapi belum tua juga. Masih menikmati hidup tapi sudah mulai mengenal yang namanya tanggung jawab. (Two thumbs reader...)
21 tuh gak muda tapi belum tua juga. Masih menikmati hidup tapi sudah mulai mengenal yang namanya tanggung jawab. (Two thumbs reader...)
Apa definisi bahagia menurut kamu?
Bahagia itu yang pasti buat orang tua bahagia. Yang kedua bahagia itu bisa menatap langit senja bersama orang yang kita cintai. (Yang terakhir bikin speachless..terus mikir pernah baca...nyomot darimana ni jawaban?)
Apa yang sudah dilakukan untuk mewujudkan itu?
Untuk yg pertama mungkin dari sekarang nabung buat itu ya, kayak kerja dan kuliah itu jg masuk tabungan juga. Untuk yg kedua masih belum ketemu orang yg cocok. Ada sih yg menurut gue cocok tapi sayang sekali beda keyakinan, jadi in other word masih searching2.. (In other word gak laku juga ya Wid? :p)
Ada kalimat yang menginspirasi kamu selama ini?
Ada, gue lupa kalimatnya. Pokoknya intinya semuanya itu ada masanya. Ada masanya kita susah, ada masanya kita seneng. Ada masanya kita kere ada masanya kita kaya. Ada masanya kita jomblo, ada masanya kita single. (Pls Wid, ini wawancara, bukan ajang curhat.)
Apa pengalaman paling konyol yang pernah terjadi di hidup kamu?
Nembak cewek abis itu digampar sama dia. (Pengen ketawa ngakak...tapi pura - pura prihatin dulu.)
Apa sih pengalaman paling sedih dari seorang jomblo akut seperti kamu?
Suka sama cewek tapi ditikung temen sendiri. Tapi yang paling sedih sih waktu suka sama cewek tapi harus jaga jarak sama dia karena beda keyakinan. (Lain kali jangan temenan sama tukang bajaj ya...)
Lagu yang paling melekat di memori otakmu apa dan kenapa?
Walkin with the bass - Barry Likumahuwa feat GadisV. Itu lagu yang pertama kali membuat gue suka sama Bass dan pastinya Jazz. (Lagu apaan sih ini? Gak ngerti)
The last, kalau denger kata “Bintang Kwecil”, apa yang ada di benakmu?
Kwetiau (Jlep *muka datar*)
Dua orang yang berbeda dunia, jawaban yang diberikan pun juga berbeda kan?
Bagaimana dengan kalian? Dare you to answer my question???
~`aR~
Rabu, 31 Oktober 2012
MEMO BIRU, 31 OKTOBER
Tuhan...untuk tahun ini, aku minta teman untuk melewati hari itu. I don’t have any power.
Aku hanya bisa mengingat selarik doa yang aku panjatkan entah kapan, setelah menyadari dia di hadapanku saat ini. Tuhan, mukjizat atau apa ini namanya? Aku hanya merasa Tuhan tersenyum. Tidak menjawab. Keegoisanku muncul untuk menahan waktu dan antek – anteknya.
Jangan bergerak. Beri aku waktu untuk menjadi manusia.
Dia hanya terdiam. Lantas, apa yang menariknya datang hari ini jika bukan telepati? Ah, aku lupa, telepati kita seharusnya sudah kadaluwarsa dimakan kepenatan. Lalu apa???
Aku menggenggam tangannya seolah – olah itu benar – benar nyata. Membawanya masuk ke alam bawah sadar. Biar...biar saja jika ini nyata. Biar kita mengkristal di sana. Jika ini mimpi, biar saja masuk ke mimpi lebih dalam lagi. Terkadang kita tidak perlu merasa nyata untuk menjadi ada.
Aku menelusuri setiap lekuk tangannya. Ada yang berbeda. Ini bukan tangan yang aku cari. Aku tidak mengenalinya.
Who are you? Who are you? Who are you?
Aku meraung – raung meneriakkan pertanyaan. Hanya gaung yang menjawab, menimbulkan kepenatan. Jika kamu bukan kamu. Lantas, dimana kamu?
Aku meremas tangannya. Tangan asing yang tetap diam di dalam genggaman tanganku.
Dimana kamu culik ilusi
Inspirasi yang menyita habis konsentrasi?
Dimana kamu telan khayalan
Bayangan yang pernah menjadi masa depan?
Aku melunak. Mungkin aku yang lupa bagaimana cara untuk merasa. Mungkin aku terlalu lama untuk tidak mengeja. Mungkin aku lupa mengingat.
Dear 31 Oktober,
Aku masih bisa bertahan tanpa perlu kamu munculkan yang telah tiada.
Orang asing ini pun sudah cukup memberi kekuatan, walaupun tidak bisa menggantikan.
~`aR~
Sabtu, 27 Oktober 2012
THE TRUTH
Aku kehilangan inspirasi....
Padahal kemarin aku masih bisa memakannya bersama sepiring nasi. Jangan katakan habis dilebur oleh gerimis.
Aku kehilangan rindu...
Padahal kemarin aku masih bisa meminumnya bersama segelas susu. Sebelum mendung dan langit menjadi murung.
Sesungguhnya aku kehilangan kamu...
Padahal aku hanya meminta sejenak waktu. Biar kuselesaikan jabang buku, selebihnya biar mengabur segala momentum.
Lalu,
Aku terpekur oleh buramnya ingatan tentang rindu. Mati rasa oleh kehilangan yang memang sudah ditahbiskan menjadi realita.
Tidakkah cukup sederhana?
Hanya selembar ingatan, bukan kehadiran. Jika tidak boleh meminta, maka aku hanya akan meminjam. Bukan bermaksud bermain perasaan atau membajak kekinian, hanya selintas pandang tentang kenangan.
Aku tidak bisa membuka lagi kotak pandora. Membiarkan luka ikut mengudara. Membungkamku agar tidak bersuara.
Tuan, kapan boleh aku pinjam ruang untuk bersendawa?
~`aR~
Selasa, 28 Agustus 2012
NEW CORNER
Ini tempat baru. Salah satu sudut kamar yang lagi enak banget ditongkrongin.
Tadi malam, makan pop mie sambil baca bukunya James Redfield yang ajiiiiibbbb. Lagu - lagunya Josh Groban juga bikin kenyang.
Tiba - tiba nemu file yang sekarat. Dia minta dihidupkan kembali. Hahaha...But I said sorry coz I have new project.
~`aR~
Jumat, 27 Juli 2012
The Art of Caring
Kamu saudaraku,
berbeda Bapak
berbeda ibu
tapi kita pernah satu
(dan mungkinkah cuma karena suku?)
Amarah, dendam dan kebencian
Pernah berkecamuk membuatku remuk
Kamu musuhku...kamu musuhku...
tapi DIA berkata :
dia saudaramu
Aku tidak suka perangaimu
Aku tidak suka kawananmu
Aku tidak suka duniamu
Aku tidak suka perempuanmu
Aku tidak suka kamu saudaraku
tapi DIA berkata :
dia saudaramu
Dan untuk itu
Aku tidak lagi menyebutmu musuh
Aku tidak lagi bilang tidak suka
Aku mengasihimu
karena DIA terlebih dulu mengasihiku
karena DIA-lah
kamu sau-da-ra-ku
~aR~
berbeda Bapak
berbeda ibu
tapi kita pernah satu
(dan mungkinkah cuma karena suku?)
Amarah, dendam dan kebencian
Pernah berkecamuk membuatku remuk
Kamu musuhku...kamu musuhku...
tapi DIA berkata :
dia saudaramu
Aku tidak suka perangaimu
Aku tidak suka kawananmu
Aku tidak suka duniamu
Aku tidak suka perempuanmu
Aku tidak suka kamu saudaraku
tapi DIA berkata :
dia saudaramu
Dan untuk itu
Aku tidak lagi menyebutmu musuh
Aku tidak lagi bilang tidak suka
Aku mengasihimu
karena DIA terlebih dulu mengasihiku
karena DIA-lah
kamu sau-da-ra-ku
~aR~
Rabu, 11 Juli 2012
Killer
Setelah tuntas,
Entah kenapa berbekas
Meresap pelan, bergerilya ke depan
Dimana senapan?
Tembak saja tunas yang masih berkeliaran
Sebelum semua menjelma kesalahan
~aR~
Entah kenapa berbekas
Meresap pelan, bergerilya ke depan
Dimana senapan?
Tembak saja tunas yang masih berkeliaran
Sebelum semua menjelma kesalahan
~aR~
Langganan:
Postingan (Atom)

