How special the day for you? Maybe it will be your bored day or lucky day. But it’s special day for my Mom.
Tahun ini rasanya enggan membicarakan umurnya. Aku juga sudah tidak peduli, tahun ini memasuki angka berapa. Hanya saja yang tidak bisa aku pungkiri adalah kerutan2 yang semakin nampak di wajahnya. Hal yang membuatnya gusar seperti wanita sebayanya. Juga daya tangkapnya yang semakin berkurang, seringkali membuat aku geleng – geleng kepala. Kemampuan fisiknya yang melemah, rambut yang mulai memutih. However, she’s my Mom.
Masih seperti tahun – tahun sebelumnya, aku selalu kebingungan akan memberikan apa di hari ulangtahunnya ini. Aku ingin menghapus sesuatu yang buruk 14 tahun lalu, kado terburuk di mataku yang pernah dia terima. Oh My God....!!!
Today, mungkin tidak ada hal berharga yang bisa aku berikan, malah mungkin aku sudah terlalu banyak mengecewakannya. But, I promise, I’ll make you proud of me Mom and I’ll make you the happiest mother in the world.
Happy B’day Mom,
May God give you strength to accompany your son and daughter.
Spektrum magnet mengganjal mataku, Sabtu pagi ini (walaupun menurutku ini sudah terlalu siang). Oh Lala, pukul 06.30. Keripik singkong yang tanpa tedeng aling – aling menggodaku dengan kriuk – kriuknya. Hajarrrrrr !!!! Kamar yang masih temaram dengan cahaya yang nyelip – nyelip di ventilasi menjadi riuh dalam waktu sekejap. Kriuk..kriuk..kroakkk....hmmm...nyummy. Ndengerin musik di Windows Media Player, suara Avril ‘mengetuk – ngetuk pintu surga’, liat infotainment, masih rame perseturuan antara istri sah dan selingkuhan atau mantan istri dengan istri baru yang berdamai karena merasakan senasib. Korban penipuan lelaki. Ah, reality show tanpa panggung.
Lepas dari skenario atau kenyataan yang sebenarnya, aksi yang dilakukan istri Garry Iskak, Risma terhadap Richa Noverisa cukup mengharukan untuk mengawali Sabtu pagi ini. Mereka bisa berdamai demi anak – anak Garry. Terlebih diiringi lagu flightless bird (OST Twilight). Aih...manis.
Berbeda dengan wanita – wanita, yang seolah terekspos sedang berselisih dengan wanita lainnya menjadi semacam kebanggaan. Satu perselisihan muncul, datang lagi masalah lainnya. Ironisnya, mereka ini termasuk ke dalam golongan wanita masa kini, modern, smart, dan memiliki kair. Apa seperti ini potret wanita – wanita era baru? Meninggalkan ke-‘kartini’-annya. Masih membahas tentang Kartini, mumpung momennya tepat. Perjuangan Kartini menjadi tidak berarti kini. Gerbang kemerdekaan sudah terbuka, akan tetapi mereka hanya berlomba meneriakkan emansipasi. Seolah yang terpenting gerbang itu sudah didobrak dan mereka merasa bebas. Inikah Kartini Indonesia?
Tulisan ini mungkin sekedar omong kosong pagi. Ocehan beo yang sedang nothing to do. Mencari aktifitas di pagi hari. Aku pun mungkin tidak bisa menjadi Kartini. Aku juga sering mencari permusuhan dengan wanita lain. Ini realitanya. Tantangan hidup ; mengampuni dengan melupakan.
Sosok perempuan yang berdedikasi tinggi, terpelajar, berbudaya, dan berani. Pelopor emansipasi. Dia menjadi tonggak sejarah kebangkitan wanita. Kartini mencerminkan wanita yang benar-benar ‘wanita’. Banyak hal yang bisa kita pelajari darinya. Bagaimana dia yang tidak berhenti berjuang untuk hak kaumnya. Usaha-usahanya yang tidak egois walaupun dia seorang yang berkecukupan dan berasal dari keluarga terpandang. Dia layak dijadikan panutan, bahkan dinobatkan sebagai pahlawan wanita. Mottonya : AKU MAU. Dua kata yang sangat inspiratif.
Lantas, bagaimana sosok wanita jaman sekarang?
Emansipasi menjadi semacam bumerang bagi kaum wanita. Dikit-dikit emansipasi dijadikan dalih. Wanita menjadi tidak lagi berpijak pada tempatnya. Wanita dimakan oleh ‘kekinian’. Wanita ‘menjajah’ pria. Inikah yang diharapkan dari perjuangan Kartini? Tentu saja tidak. Emansipasi bukan berarti kebebasan yang tak terbatas. Wanita harus tetap pada tempatnya. Tetap sejajar.
Cermin wanita masa kini sebut saja Dewi Lestari atau Dee. Seorang penulis dan penyanyi. Dedikasi dalam dunia yang dia geluti sangat mencerminkan sosok wanita masa kini yang tidak menghilangkan sosok ke’kartini’an. Dia sanggup menjadi wanita yang tegas dan mandiri, akan tetapi bisa menjalankan tugas sebagai seorang istri yang posisinya sejajar dengan suami. Tidak ada kata menggurui, diktator, dan penjajahan. Walaupun pernikahannya yang pertama dengan Marcel Siahaan kandas pada tahun 2008, itu tidak menjadikannya sebagai seorang wanita yang gagal. Justru di situlah letak keberhasilannya sebagai seorang wanita. Tetap mampu berdamai, bahkan menerima kondisi bahwa dia harus berpisah dengan suami. Dia tidak terpuruk. Dia bangkit dan mampu membuka hati lagi untuk lelaki, Reza Gunawan. Dee terus berkarir. Tidak berhenti.
Dee.
Wanita sederhana dengan pemikiran-pemikiran yang tidak sederhana. Perahu - perahu kertasnya melaju berpacu dengan supernova - supernova ciptaannya. Hingga mencapai keteduhan yang terangkum dalam Rectoverso, mengajarkan kita untuk menyentuh hati dari dua sisi. Mempelajari cara berpikir, imajinasi, keteguhan melalui karyanya seolah tak pernah ada habisnya. Dee, sosok inspiratif bagi wanita masa kini.
Wanita – wanita Indonesia,
Mari kita terus belajar untuk menjadi wanita cerdas dengan mengenal batas
Manusia layaknya kertas putih ketika hadir di dunia ini. Tanpa satu titik pun noda. Kita semua sama pada awalnya. Siapa pun ayah ibu kita. Darah siapa yang mengalir di dalam tubuh kita tidak akan berpengaruh terhadap hak kita. Kedudukannya sama. Itulah mengapa aku menyebutnya keadilan hidup. Lantas, apa yang membedakan ketika kita tumbuh?
Setiap pribadi memiliki jalan hidup masing-masing. Itu sudah diatur jauh sebelum kita dilahirkan. Aku mendengar orang-orang menyebutnya takdir. Predestination. Sebuah kata yang menjadi akrab dengan telingaku. Satu kata simpel akan tetapi otakku sempat salah mengejanya menjadi predemption. Aku tegaskan sekali lagi namanya P.R.E.D.E.S.T.I.N.A.T.I.O.N. Kata inilah yang akhirnya membedakan kita. Aku tidak menyalahkan takdir sepenuhnya jika aku tidak bisa menjadi ini atau itu. Takdir mempunyai kawan, aku kenalkan kepada kalian, inilah mereka; orang – orang di sekitar kita dan lingkungan. Merekalah yang berpartisipasi menentukan hidup kita. Mereka semua yang membuat kita beda pada akhirnya. Lantas, dapatkah kita melawan takdir?
Kalian tau siapa yang mengatur takdir? That’s right ! G.O.D. Kalian mungkin membenci takdir. Entah apapun takdir kalian. Aku rasa tidak perlu munafik untuk mengakuinya. Aku juga demikian. Tidak hanya sekali, aku mencoba melawan takdir. Begitu banyaknya hal – hal di sekelilingku yang aku anggap tidak adil. Inilah yang membuatku kadang membenci takdir. Usaha sekeras apapun, pemberontakan sebrutal apapun hanya akan membuat takdir bergeming. Aku rasa bukan begitu cara melawan takdir. Takdir itu memang sangat tegas, keras, dan saklek. Hal ini bukan berarti takdir tidak bisa berubah. Kalian tau apa yang dinamakan doa? Berbahagialah karena kita memiliki Tuhan yang Maha Baik dan Penyayang kepada setiap umat-NYA. Satu – satunya hal yang bisa mengubah takdir adalah doa. Tentu saja ini hanya keyakinanku saja. Berulang kali aku membuktikannya. Kekuatan doa akan membantu kita meluluhkan takdir. Satu saja yang perlu kita butuhkan: percaya.
“ There can be miracle, when you believe.
Though hope is frail, it’s hard to kill
Who knows what miracles, you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe “
– ‘When You Believe – Whitney Houston & Mariah Carey-
Tuhan itu begitu baik memberikan takdir kepada kita. Yahh...terkadang menurut kita takdir itu tidak sesuai dengan yang kita harapkan. In this case, be positive thinking. Jangan berpikir buruk dengan rancangan-NYA. Bukankah kita bisa mengambil sisi baiknya? Jika diharuskan memilih di awal kehidupan, siapa saja yang nantinya hadir dalam hidup kita, mungkin itu akan menjadi pilihan yang sulit. Bayangkan, DIA sudah mengatur semuanya untuk kita. Memberikan orang-orang yang pastinya tepat untuk kita, entah itu sebagai kawan, sahabat, keluarga, pasangan hidup. Setiap orang yang hadir di dalam hidup kita juga Tuhan berikan tugas masing-masing. Apa tujuannya? Untuk membantu kita menjadi manusia yang lebih baik. I think It’s amazing. Ada yang ditugaskan untuk menyayangi kita, membantu kita, sekedar hadir dalam hidup kita, bahkan ada juga yang ditugaskan untuk kita benci.
Kehadiran orang – orang tersebut sebenarnya adalah hadiah dari-NYA, seperti halnya takdir. Melalui merekalah tangan Tuhan bekerja. Mereka sebagai alat Tuhan untuk membantu, membentuk dan memberikan mukjizat kepada kita. Mereka yang terkadang kita lupakan dalam setiap doa. Mereka yang terkadang tidak kita inginkan. Mereka yang terkadang kita sesali karena kita mengenalnya. Mereka yang terkadang membuat kita malu. Mereka yang terkadang kita remehkan. Mereka yang mempunyai banyak kekurangan. Mereka yang diantaranya mempunyai derajat lebih rendah dari kita. Mereka yang mungkin hanyalah seorang pemulung, pengemis, tukang sampah, satpam, penjual makanan, tuna wisma, orang gila, gelandangan, preman, perampok....atau siapapun mereka.
Aku yang sudah dilahirkan selama 23 tahun 2 bulan 28 hari, menyadari hal ini. Begitu banyak DIA memberikan aku mukjizat dan indahnya hidup. Tak terhitung berkat-NYA. Bahkan, kesadaranku akan hal ini adalah mukjizat-NYA juga. Hari ini, DIA memberikan aku waktu untuk mengatakan sesuatu melalui tulisan ini.
Dear all people in the world, who come to my life,
My beloved parents,
Thank’s for your sincerity, thank’s for all you’ve done. I’m grow up and learning.
My ‘fighting spirit’,
You’re my secret. Our dreams is secret. You’re place still secret. Although we have bad predestination and can’t to change it, just belive, you’re still life and live in my heart. Give me your promise, you never let me go and you never leave me alone. Thank’s made me stronger and brighter. Love you.
My little brothers & sister,
Thank’s for your laugh, jokes, and smile. You made me survive. I’ll be your guardian.
My best friend a.k.a my darling (blushing),
Thank’s for everything. Do you know? Your laptop can help me to realize my mind. Be patience I promise I’ll be better. Give me more time and I’ll make our predestination be our friend. I hope you’re the one (hehehw....God, please forgive my egoist).
Everyone,
Tengkyu buat semuanya.
Terimakasih sudah berperan dalam kehidupanku.
Ga ada lo ga rame.
The last,
Bentuk terimakasihku untuk kalian, aku akan berusaha dengan mottoku dulu (hehew...):
I always make a wish eveRy day. I neveR waiting my biRthday to make a wish. It’s stupid. EveRyone should have “ a wish” in theiR life. FoR what??? To make theiR life meaningfull, to keep theiR spiRit and to be a human.
Rotasi kehidupan teRus beRjalan. Saat ini mungkin beRada di titik 23. Titik ini aku sebut titik lenyap. Mengapa?Di titik 23 inilah segala sesuatunya menjadi beRbeda. Banyak hal yang lenyap. Titik ini tidak beRada pada tempatnya. Melenceng jauh dan hampiR lenyap.
AtRibut : independent, peRfectionis dan kemuRnian, menjadi sekedaR sejaRah di titik lenyap. Out of contRol. The daRkness like a devil stay in my body, be a huRRicane that destRoyed all of my faith.
“WheRe is the Angel?”
-silent-
I’m tired
“So, do you feel at the end of youR tetheR until you decided to stop youR step in heRe?”
I don’t know. I Really don’t know befoRe that this way as much as my life is woRth. If I know it, I’ll choose anotheR way.
Inilah titik 23 itu.
‘sweet point’ dengan segala keRusakannya. Jangan mencaRi kemuRnian dan khayangan di sini.
Inilah titik 23 itu.
Dunia kegelapan dengan kebusukkannya. Titik kRiminal di sepanjang kilometeR 23.
Inilah titik 23 itu.
Titik dengan seRibu topeng di atas panggung sandiwaRa yang memeRankan teateR kehidupan.
Inilah titik 23 itu.
Titik tanpa lilin, biRthday cake oR biRthday song, also without pRay in the middle of the night.
Begitulah peRanku pada sandiwaRa kehidupan kali ini. KesempuRnaan hidup seekoR meRpati putih ada padaku:
Bulu – bulu putih nan lembut
Sepasang sayap yang kokoh
Kicauan meRdu di pagi haRI
GeRakan yang lincah
Dan satu lagi kebanggaanku, kelebihanku yang membuat oRang tak sungkan mengacungkan 2 jempol dengan senyum kekaguman: KETEGUHAN HATI.
Ini adalah salah satu haRtaku. Begitu mudahnya bagiku menjaga ini semua. It’s a beautiful life. Rasanya sepeRti musim semi.
Keindahannya sepeRti Keukenhof.
Cantiknya sepeRti sakuRa.
Penuh waRna sepeRti pelangi.
Kehidupan yang begitu agung. Thank’s to My LoRd, YOU give me the peRfect life.
Akulah meRpati putih. Aku tidak setangguh Rajawali, tapi kemampuan teRbangku sepeRti elang. Mataku tajam ketika mengepakkan sayap di udaRa dan teduh ketika beRtenggeR di pinggiR jendela. Aku meRpati putih menyukai udaRa, langit biRu, kebebasan. Lepas. Aku bebas teRbang tanpa takut batasan apapun, kaRena akulah meRpati yang memiliki keteguhan hati. Sesekali aku teRbang di atas aiR dan di saat lain aku menukik tajam, teRbang dengan kecepatan kilat di antaRa belantaRa hutan, peRmainan adRenalin favoRitku. Akulah meRpati putih bebas itu beRbeda dengan meRpati – meRpati lainnya.
Lihatlah kini....
Bulu-bulu putihku mulai teRlihat usang.
Tidak lembut lagi kaRena keRontokan telah meRajalela. Sebagian kulitku teRlihat. Rasanya sakit ketika satu peRsatu bulu putihku mulai teRcabut. Dinginnya musim ini menusuk-nusuk membuat kulitku peRih.
Sayapku melemah. Aku tidak sanggup lagi teRbang di antaRa pohon-pohon tua itu. Aku lupa nada semua nyanyian. Entah. Bagaimana caRanya beRkicau??? Aku lebih banyak diam menyadaRi keRapuhanku sekaRang.
HaRtaku : keteguhan hati, peRlahan mulai luntuR. Aku kini sama dengan buRung-buRung lainnya.
Tonight, as a gRass, and I will tell you story about me :
TeRlahiR sebagai Rumput, Rasanya sepeRti sebuah kado yang begitu indah. Alam mengajaRkan untuk selalu beRsyukuR, bahkan ketika haRus beRpeRan sebagai Rumput. Rumput hanyalah Rumput. Aku beRsyukuR aku bukan Rumput yang tumbuh tanpa kendali, tidak beRatuRan, dan di sembaRang tempat. Aku Rumput, bukan ilalang yang sanggup menyembunyikan tikus, bebek, ayam, anjing, atau manusia. Tinggiku tidak lebih daRi 30 cm. Kecil memang. TeRlihat lemah dan Rapuh. Tidak ada yang tahu aku lebih daRi itu. Satu Rahasia besaR dibalik ”kekeRdilan”ku, akaRku menjalaR liaR, menggenggam setiap hoRizon tanah.Kuat. I believe it.
BebeRapa makhluk hidup lain menganggapku teman dan bebeRapa yang lain menganggap musuh. I don’t caRe. Aku hanya peduli dengan meReka yang peduli padaku. Keegoisan mengajaRkan itu. Kupu – kupu, belalang, lebah, kumbang, daun-daun, Ranting-Ranting, pohon, seRing mengajak beRcengkeRama, menghasilkan senyum dan tawa. I love my woRLd.
One day, angin datang dan mengajakku menaRi. Satu hal yang beRbe da dan aku menganggap ini tantangan. "Teman-teman"ku mengatakan memang sehaRusnya sebagai Rumput, aku lihai menaRi sepeRti itu. Itu baRu namanya Rumput yang "hidup". Namun, tidak sedikit yang mengkhawatiRkan kekuatan akaRku. MeReka mengatakan "Waspadalah teRhadap angin. Dia hanya akan meRusak." Aku teRtegun. Sejahat itukah angin? Namun, kembali aku peRcaya pada akaR-akaRku, bahkan dengan sedikit angkuh aku beRpikiR selama ini tidak ada yang beRhasil menyakitiku. Selanjutnya, aku hidup dalam buaian angin.
Pagi, siang, soRe, malam, eveRytime, eveRywheRe, angin selalu ada. Begitu peRcayanya aku pada angin ini. Setelah kepeRcayaan ini teRtanam dan mulai menguat, aku menyadaRi satu hal telah hilang daRiku. Hal yang sebenaRnya sudah teRbaca akhiR=akhiR ini bahwa ini akan teRjadi. Satu hal itu : Embun. CiRi khas kesegaRanku, lenyap. Angin yang melenyapkannya. Rasa dehidRasi sedikit demi sedikit mulai meResahkan akaR-akaRku. Aku masih tetap hijau. Hijau???!!! Aku baRu menyadaRi filosofi hijau yang dipeRbincangkan meReka. Hijau yang beRaRti muda dan miskin pengalaman. Hijau yang beRaRti polos dan mudah ditipu. Hijau yang beRaRti lemah dan mudah ditaklukkan. Aku meRadang. One's day aRe numbeRed. Seandainya bisa countdown "saat itu", akan aku mulai saat ini. Sayangnya, sampai sekaRang aku pun tidak tahu kapan peRan ini akan beRakhiR.
I''ll tRy to always on the watch foR all possibility which can be happened.
"Angin, aku akan tetap menjadi Rumput yang hijau keRdil yang tidak sanggup menyembunyikan apa pun. Play with me. HuRt me. Do anything to me. Ambil semua embunku, tapi aku peRingatkan satu hal: JANGAN AKARKU. Dan aku akan menunggu kepeRgianmu. Aku yakin itu tidak akan lama, kaRena aku sudah melihatnya sekaRang di matamu. Killing me softly. Thank You."